Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sejak Masuk Maulid, Harga Daging Sudah ‘Tidak Sehat’

×

Sejak Masuk Maulid, Harga Daging Sudah ‘Tidak Sehat’

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Daging
HARGA NAIK - Salah satu pedagang daging yang mengaku terjadi kenaikan semenjak memasuki bulan maulid (Rabi'ul Awal). (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Bulan ini belakangan diketahui bahwa harga daging sapi di pasaran telah mengalami kenaikan harga. Dan itu rupanya juga terasa sampai di Banjarmasin.

Berdasarkan pantauan di pasar Sentra Antasari, Selasa (8/3) pagi, harga daging sapi diakui sejumlah pedagang mengalami kenaikan.

Kalimantan Post

“Sudah sejak bulan maulid (Rabiul Awal) lalu harga daging ini naik,” ucap Sarifah, salah seorang pedagang di Pasar Sentra Antasari, saat ditemui awak media.

Menurutnya, harga daging sapi sekarang di pasaran sudah menyentuh harga Rp130 ribu per kilogram-nya.

Padahal, normalnya harga daging hanya Rp125 ribu per kilogram. Artinya ada kenaikan sebesar Rp5.000 dari harga normal.

“Kalau harganya sudah naik seperti ini biasanya lama turunnya. Karena harga sapinya yang mahal,” ungkap wanita berusia 70 tahun itu.

Akibat kondisi kenaikan harga ini, ia mengaku stok daging yang dijualnya seringkali tersisa di setiap harinya akibat pembeli yang juga berkurang.

“Sisa daging yang tersisa terpaksa dibekukan,” pungkasnya.

Kondisi berbeda justru disampaikan pedagang lainnya, yang akrab disebut Mama Rusli.

Ia menyebut, harga daging sapi justru masih normal. Misalnya untuk harga daging paha sebesar Rp130 per kilogram.

Kemudian Rp125 per kilogram untuk jenis daging bakso, Rp120 per kilogram daging tipis dan Rp140 per kilogram daging has dalam.

“Masih normal. Semoga tidak naik. Biasanya jelang puasa naik tapi tidak terlalu tinggi, karena barang kosong,” harapnya.

Ia memastikan, sejauh ini tidak rekan pedagangnya yang mogok berjualan, sebagaimana yang terjadi di Jakarta akibat naiknya harga daging.

“Disini kami semua masih berjualan seperti biasanya,” pungkasnya.

Terpisah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diaperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengakui, bahwa harga daging di pasaran memang mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Menuju 500 Tahun, Banjarmasin Bangkitkan Panah Berkuda Lewat Walikota Cup

“Biasanya harga konsumen itu Rp105 per kilogram. Namun sekarang harganya di kisaran antara Rp130-Rp140 per kilogram,” imbuhnya.

Ia membeberkan, sebagaimana informasi yang didapat, kenaikan harga daging ini disebabkan adanya pengurangan ekspor sapi luar.Sehingga daging yang beredar di dalam negeri sekarang, termasuk di Banjarmasin adalah jenis sapi lokal.

“Australia mengurangi ekspornya karena mementingkan kebutuhan dalam negeri, apalagi suasana Covid-19 sekarang. Makanya ada sedikit kenaikan harga,” jelasnya.

Ia mengakui. Bahwa berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya, kenaikan sudah cukup lama terjadi, sekitar setengah bulan sampai satu bulan yang lalu. “Kenaikannya secara bertahap sedikit demi sedikit,” ujarnya.

“Tapi untuk stok informasinya masih aman hingga menjelang ramadhan,” tutupnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan