Banjarmasin, KP – Bupati Tanah Bumbu H Zairullah Azhar diusulkan menjadi Presiden anak yatim Indonesia dalam acara Rapimnas di Tanah Bumbu yang diikuti 18 provinsi se Indonesia dengan agenda membahas berbagai program perbaikan pengelolaan panti asuhan ke depan.
Dengan usulan tersebut Ketua Umum PKB Kalsel mengaku sangat terbaru manakala namanya muncul dan disbeut-sebut paling layak menjadi Presiden Anak Yatim Indonesia.
Dasar usulan tersebut setelah diketahui pengelolaan dan pengusulan anak Yatim di Tanah Bumbu yang berhasil meluluskan S2 44 Sarjana, S1 300 Sarjana, baik di dalam dan diluar negeri.
Kemudian juga, pernyataan Ketua Bidang Akreditasi dan Sertifikasi Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan anak yatim-yatim piatu se-Indonesia, Suhartuti, yang menyatakan pengelolaan panti asuhan di Istana Anak Yatim Kabupaten Tanah Bumbu sangat menginspirasi untuk pengelolaan panti asuhan secara nasional.
“Sungguh saya terharu dan sangat berterima kasih atas usulan tersebut, padahal apa yang dilakukan selama ini dengan niat yang putih dan sesuai Al Quran membantu dan memuliakan anak yatim itu sangat dianjurkan,’’ ucap Bupati Tanah Bumbu, H Zairullah Azhar, kepada awak media, usai mengikuti acara di Mahligai Banjarmasin, Kamis (17/03/2022).
Zairulah juga menyambut gembira seluruh tamu yang datang ke wilayahnya.
“Kita berupaya untuk menjadi tuan rumah yang baik, dan semoga ini menjadi berkah bagi kita semua,” kenangnya kala itu.
Khusus di Tanah Bumbu, kata dia, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh pihak terkait, jangan sampai ada anak yatim dan yatim piatu yang tidak terayomi.
“Bukan hanya anak yatim, warga miskin dan janda, juga harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan seluruh pihak terkait,” katanya.
“Sungguh kemandirian pengelolaan Istana Anak Yatim yang dilakukan oleh Bapak Bupati Zairullah sangat menginspirasi dan luar biasa, dimana panti asuhan dikelola secara mandiri dan sukses mendorong anak-anak menjadi anak yang cerdas,” katanya.
Ketua Bidang Akreditasi dan Sertifikasi Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan anak yatim-yatim piatu se-Indonesia, Suhartuti, mengatakan pengelolaan panti asuhan di Istana Anak Yatim Kabupaten Tanah Bumbu sangat menginspirasi untuk pengelolaan panti asuhan secara nasional.
Ke depan, kata dia, diharapkan pengelolaan panti seluruh Indonesia, bisa dilakukan seperti halnya pengelolaan panti asuhan Istana Anak Yatim.
“Jadi pelaksanaan Rapimnas di Tanah Bumbu menjadi keputusan yang sangat tepat, karena disini kita banyak belajar,” katanya.
Menurut dia, salah satu program yang bakal diusung dalam rapimnas tahun ini adalah upaya mendorong LKSA untuk bisa mengikuti akreditasi, sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan panti.
Sehingga ke depan, kata dia, panti asuhan yang ada di seluruh Indonesia bisa lebih mandiri.
Plt Ketua Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan anak yatim-yatim piatu Se Indonesia KH Muhammad Sakir Ridho mengatakan, saat ini terdapat 8 ribu LKSA yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Bila rata-rata LKSA memiliki anak asuh 100 orang, anak yatim dan yatim piatu di bawah naungan lembaganya tidak kurang dari 80 ribu anak yatim,” katanya.
Menurut dia, acara Rapimnas di Tanbu kali ini diikuti oleh 18 provinsi, untuk membahas berbagai program perbaikan pengelolaan panti asuhan ke depan. (vin/KPO-1)















