Gabungan Himpunan Mahasiswa Islam dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan delapan tuntutan kepada DPRD Kota Banjarmasin, terkait beberapa isu nasional maupun lokal.
BANJARMASIN, KP – Gabungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Banjarmasin, yang menamakan Cipayung Plus mendatangi kantor DPRD Kota Banjarmasin, Senin (11/4/2022) pagi.
Mereka menyampaikan delapan tuntutan yang menjadi aspirasi masyarakat yang menjadi isu nasional maupun lokal yang terjadi saat ini, khususnya kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Diantaranya, menyatakan mosi tidak percaya Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan menuntut DPRD memberikan solusi tegas akan kenaikan minyak goreng, serta memastikan ketersedian pertalite di tengah kenaikan pertamax.
Kemudian, menuntut DPRD Kota Banjarmasin menegakkan Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan, dan menerbitkan Perda terhadap kasus pelecehan seksual baik sebelum dan sesudah kejadian.
Cipayung Plus juga menuntut DPRD Banjarmasin memberikan bukti-bukti kerja sejak 2019 sampai sekarang dan menyelesaikan masalah kelangkaan solar yang terjadi di berbagai SPBU, serta menolak penerapan PPN 11 persen.
Sayangnya kedatangan mahasiswa yang dikabarkan tanpa sebelumnya ada pemberitahuan ini tidak bisa ditemui oleh satupun pimpinan atau anggota DPRD Kota Banjarmasin lantaran sedang kunjungan kerja ke luar daerah.
Dalam menyampaikan aspirasinya dengan pengawalan petugas kepolisian ini, Cipayung Plus yang tergabung dari HMI dan IMM hanya diterima Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto.
HMI dan IMM juga memasang spanduk di halaman pagar di depan Kantor DPRD Kota Banjarmasin yang bertuliskan “Turunkan Harga Bahan Pokok, Dewan Penghianat Rakyat”.
Menurut Ketua HMI Banjarmasin Nurdin Ardalepa, aksi yang digelar pihaknya ini selain menyampaikan aspirasi, tapi juga untuk memperingatkan Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, karena tidak mau menerima pihaknya untuk melakukan audiensi.
“Sampai hari ini, Ketua DPRD Banjarmasin tidak pernah menemui Cipayung Plus, padahal sudah kita surati 3 kali,” ujarnya.
Mahasiswa juga menyoroti kinerja anggota DPRD Kota Banjarmasin yang dalam hal ini belum banyak berbuat untuk masyarakat. Secara khusus mahasiswa, juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Kota Banjarmasin.
Aksi tersebut tidak berlangsung lama dan hanya memasang spanduk peringatan.
Mahasiswa berencana kembali akan mendatangi Kantor DPRD Kota Banjarmasin dengan massa lebih banyak pada Rabu (13/4/2022). (nid/K-7)















