Diduga Depresi Karyawan Ritel Modern Nekat Gantung Diri

Diduga ada orang meminta ganti rugi kepada korban, dan itu yang membuatnya depresi

BANJARMASIN, KP – Diduga mengalami depresi, seorang pemuda berinisial IFR (21), nekad mengakhiri hidupnya dalam kamarnya dengan cara menggantungkan dirinya dengan seutas tali.

Jasad Jalan Antaasn Kecil Barat (Kampung Arab) RT 14 Banjarmasin Tengah ini, ditemukan dalam kamar rumahnya, Selasa (5/7), sekitar pukul 11.00 WITA.

Korban ditemukan tergantung di dalam rumah tepatnya di bagian kamar yang letaknya di bagian belakang. Atau saat ditemukan dalam posisi leher korban terikat tali sepatu.

Kejadian ini membuat geger warga sekitar ketika mendapat kabar mengenai kejadian ini. Kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Banjarmasin Tengah.

Tak lama menerima laporan itulah sejumlah anggota Polsekta Banjarmasin Tengah bersama Tim Inafis Polresta Banjarmasin, langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Pekara (TKP). Akan tetapi pihak keluarga tak ingin korban dibawa ke Kamar Jenazah RS.

Dari informasi dihimpun, korban merupakan pegawai ritel modern dan tinggal bersama ibu serta kakaknya. Dan sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat terlihat warga saat pagi tadi sedang duduk melamun di jembatan.

Berita Lainnya

Oprit Jembatan Bromo Kembali Makan Korban Luka

Truk BBM Solar Terbalik di Km 40 Martapura

1 dari 2.036
loading...

Teman korban bernama Syifa (25) terkejut mendapat kabar IFR meninggal dengan cara gantung diri.

“Korban merupakan teman yang baik, namun sejak bekerja memang sudah jarang ngumpul. Dan dia (korban) sempat bercerita kerap mengalami minus laporan keuangan kerja,” bebernya.

Dari keterangan keluarga, Lurah setempat, Yandi Gunawan bersama ketua RT setempat Rualiyani menyampaikan, IFR sempat mengalami kecelakaan beberapa hari lalu.

“Diduga ada orang meminta ganti rugi kepada korban dan itu yang membuatnya depresi,” ujarnya Yandi yang diiyakan Ketua RT.

Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Dodi melalui Kanit Reskrim, Iptu I Gusti Ngurah Utama STRK MH membenarkan peristiwa gantung diri tersebut.

Namun, untuk jasad korban tidak dilakukan visum. Sebab, keluarga korban menolak dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan otopsi.

“Tapi dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan apapun di tubuh korban,” tukasnya. (fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya