Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jembatan Apung Mulai Dilakukan Pengukuran

×

Jembatan Apung Mulai Dilakukan Pengukuran

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Jembatan Apung
MENGUKUR- Petugas PUPR Banjarmasin bersama konsultan dan kontraktor saat menghitung lebar utilitas tambahan pada proyek pembangunan jembatan apung. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Rencana pembangunan jembatan apung yang bakal menghubungkan Siring Piere Tendean dengan Siring Kampung Ketupat kian dimatangkan.

Pasalnya,pada Selasa (12/07) siang tadi, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin bersama kontraktor dari PT Rahmat Hidayat beserta konsultan pembangunan datang ke lokasi untuk melakukan pengukuran awal.

Kalimantan Post

Kepala Bidang (Kabid) Sungai, Dinas PUPR Banjarmasin, Rini Wardina mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah pihaknya resmi menjalin kontrak dengan kontraktor pada tanggal Senin (11/07) kemarin.

“Kemarin sudah berkontrak. Kemudian hari ini kami turun ke lapangan langsung melakukan penghitungan awal,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (12/07) siang.

Karena sudah berkontrak, menurutnya mereka (kontraktor) seyogyanya sudah memulai persiapan pembangunan, seperti pemesanan material dan pemasangan tiang pemancangan.

Kendati demikian, konsep pembangunan yang akan dikerjakan ini diakuinya ada perubahan dari rencana awal.”Awalnya jembatan apung itu dibangun dengan bentuk L, tapi karena anggarannya dipotong, maka diputuskan untuk membangunnya lurus saja,” bebernya.

Selain melakukan pengukuran awal, ia mengaku juga melakukan sosialisasi dengan para motoris speedboat yang bertambat di bawah Jembatan Dewi, bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pengerjaan jembatan apung di sana.

“Terkait motoris speedboat itu kan bukan dermaga resmi, makanya kami hanya melakukan pemberitahuan bahwa akan dibangun jembatan penghubung. Mereka diminta untuk menggeser tambatannya ke depan siring bekantan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Teknik Pengairan Muda, Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Solikin mengatakan, sesuai hasil pengukuran, jembatan penghubung berbahan plastik apung yang akan dibangun sekitar 40 meter dengan lebar 2 meter.

“Kita lakukan pengukuran awal. Lalu hasil pengukuran ini akan kita bawa lagi dalam rapat,” ucapnya, saat ditemui Kalimantan Post di Siring Piere Tendean.

Baca Juga :  Paguyupan Pasar Ujung Murung Dukung Wacana Penataan

“Kalau dari sebelah Siring Piere Tendean itu pas diujungnya. Sehingga bagian pagar terpaksa dibongkar dan dibuatkan akses turunnya,” tambahnya.

Tak hanya membangun jembatan apung, pihaknya juga akan menambahkan pagar di kedua sisi jembatan. Gunanya, selain memudahkan saat akan menyeberang, juga untuk memberikan rasa aman bagi warga yang menyeberang lewat jembatan apung tersebut.

“Posisi jembatannya nanti akan menyerong. Karena pondasi bawah jembatan Dewi cukup rendah. Kalau kita mepetkan dengan daratan pastinya terlalu sempit, dan akan susah dilalui pejalan kaki,” jelasnya.

Disinggung mengenai keberadaan dermaga speed boat yang berada tepat di area proyek, Ia menyebut akan berpindah ke lokasi lain selama pembangunan berlangsung.”Para motoris speed boat sudah kita tahu untuk bergeser selama pengerjaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Self Manager PT Rahmat Hidayat, Gusti Ilham menerangkan, bahwa proyek jembatan penghubung akan dimulai dalam minggu ini juga.

Guna kepentingan tersebut, pihaknya juga telah melakukan pemesanan material. Terutama tiga item pekerjaan besar, seperti kayu ulin, pipa baja dan bahan dasar lantai jembatan apung.

“Lantai apung yang kita pesan berbentuk silinder dan sudah kita pesan dari Bandung,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan, pengerjaan awal yang akan dilakukan adalah pemancangan kayu ulin. Kemudian pemancangan pipa baja untuk penyangga.

“Ada delapan titik pipa baja yang akan jadi penyangga. Pengerjaan kita targetkan selesai dalam waktu 75 hari kerja. Anggarannya kurang dari Rp4,5 M, karena ada penawaran,” tandasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan