Banjarmasin, KP – Warga Banjarmasin tampaknya masih cukup banyak hidup dengan kondisi memprihatinkan, yang menempati rumah tidak layak huni.
Hidup susah dan serba kekurangan inilah yang dirasakan Sutadi. Kakek berusia 77 tahun itu menempati rumah tidak layak huni di kawasan Jalan Cemara Ujung RT 22 Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Dalam kondisi usia lanjut, Kakek Sutadi menempati rumah di tepi sungai bersama seorang anak perempuan dan tiga orang cucu.
Paling membuat miris, ketiga cucu Kakek Sutadi menderita penyakit kulit hingga tidak bisa bersekolah. Sementara sang ibu menderita gangguan mental.
Informasi adanya warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan itu menghadap perhatian DPRD Kota Banjarmasin.
Dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Tugiatno bersama anggota Komisi IV kemudian mengunjungi rumah Kakek Sutadi, didampingi SKPD terkait, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Pedidikan dan Dinas Kesehatan, Senin (25/7/2022).
Setibanya di rumah Kakek Sutadi, Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin Taufik Husin menyatakan keprihatinannya. “Karena rumah yang ditinggali ini tidak layak huni dan sangat tidak sehat,” ujar Taufik.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV, Saut Nathan Samosir meminta agar Pemko secepatnya menangani masalah sosial keluarga Kakek Sutadi.
“Harus ditangani cepat, kita apresiasi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial serta Lurah Sungai Miai ikut melihat kondisi rumah keluarga Kakek Sutadi,” kata Saut Nathan.
Sebagai komisi yang membidangi sosial, Saut menyatakan akan mengawal penanganan sosial Kakek Sutadi dan keluarganya. “Termasuk masa depan pendidikan ketiga cucu dan penyembuhan ibu mereka yang kini diduga mengalami depresi,” kata Saut Nathan.
Ia mengakui, untuk sementara Pemko melalui SKPD terkait sudah melakukan penanganan dengan membawa Kakek Sutadi dan keluarganya ke RS Sultan Suriansyah untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
“Sebab ketiga cucu Kakek Sutadi mengalami sakit kulit dan ibu mereka juga terindikasi gangguan mental, sehingga dibutuhkan pengobatan segera,” ujar Saut Nathan.
Sebelumnya dikemukakan, Komisi IV sudah menghubungi dokter spesialis gangguan jiwa di RS Sultan Suriansyah.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Ramadhan menyatakan, kesiapannya dalam menangani gangguan kesehatan Kakek Sutadi bersama anak dan ketiga cucunya.
“Khususnya untuk ibu dari tiga cucu Kakek Sutadi, jika memang harus mendapatkan perawatan intensif, bisa kita kirim ke RS Sambang Lihum,” ujar Ramadhan.
Dikemukakan, untuk tiga cucu kakek Sutadi harus segera dibawa ke RS untuk mendapatkan pengobatan secara intensif. Masalahnya, ketiga cucu Kakek Sutadi menderita penyakit kulit yang cukup parah dan kronis.
Terkait pendidikan ketiga cucu Kakek Sutadi, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi, ketiganya masih sekolah di SDN Sungai Miai 5 yang jaraknya dekat dengan rumah mereka.
“Memang tidak masuk sekolah, karena menderita penyakit kulit, sepertinya terkena penyakit cacar,” ujar Nuryadi.
Lebih Nuryadi menjelaskan, ketiga cucu kakek Sutadi sudah mendapatkan bantuan pendidikan, bahkan memiliki wali asuh untuk membiayai keperluan sekolah mereka. “Saya juga akan usahakan ketiganya dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena mereka sudah sangat layak mendapatkan satu satu program bantuan pendidikan itu,” tandas Nuryadi.
Sedangkan Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Banjarmasin Amrullah menyampaikan untuk bantuan sosial bagi Kakek Sutadi pada 2021 memperoleh program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan dana Rp600 ribu per tiga bulan. “Tahun ini bantuan di stop sementara, karena pengalihan data dari Disdukcapil kota ke Kementerian Sosial, hingga tidak masuk data bayar,” ujarnya.
Untuk rumah Kakek Sutadi, sebenarnya Dinsos memiliki program perbaikan rumah tidak layak huni atau disingkat Rutilahu. “Namun karena rumahnya berada di bantaran sungai, bantuan tidak diberikan karena tidak memenuhi syarat, termasuk kepemilikan lahannya,” kata Amrullah.
Sebelumnya Lurah Sungai Miai, Gusti Ikromi Akbar mengatakan, sebelum kehidupan kakek Sutadi bersama anak dan ketiga cucunya sempat viral di media sosial.
Ia mengaku sebagai lurah, sudah menyalurkan bantuan sembako dan sedikit perbaikan rumah Kakek Sutadi.
Gusti Ikromi Akbar mengatakan, penanganan bantuan sosial kepada keluarga Kakek Sutadi membutuhkan perhatian khusus dan tidak serta merta harus melalui program pemerintah. “Seperti halnya bantuan perbaikan rumah, sehingga diperlukan uluran tangan warga atau para dermawan,” tutupnya. (nid/K-7)















