UPAYA meningkatkan kualitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) Sasirangan Kota Banjarmasin terus dilakukan melalui pengembangan teknik produksi yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Sasirangan Pewarna Alam di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Senin (10/08/2026).
Kegiatan tersebut diikuti empat peserta yang merupakan pelaku IKM Sasirangan Kota Banjarmasin. Turut hadir Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin selaku Ex-Officio Ketua Harian Dekranasda, Kepala Bidang Perindustrian, serta jajaran pengurus Dekranasda Kota Banjarmasin.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan para pelaku IKM dalam mengembangkan produk Sasirangan. Penggunaan pewarna alam menjadi fokus utama karena dinilai dapat membuka peluang bagi lahirnya produk yang lebih inovatif sekaligus memiliki nilai tambah.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang nantinya dapat diterapkan dalam proses produksi Sasirangan di Banjarmasin. Pengembangan teknik pewarnaan juga diharapkan mampu mendukung terciptanya produk yang semakin berkualitas dan memiliki daya saing lebih kuat.
Selain meningkatkan kualitas produk, pemanfaatan pewarna alam juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan Sasirangan yang lebih ramah lingkungan. Dengan terus melakukan inovasi, IKM Sasirangan diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberadaan kain khas Banjarmasin, tetapi juga meningkatkan nilai ekonominya di tengah perkembangan industri kreatif.
Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan oleh para peserta dalam mengembangkan produk Sasirangan di Kota Banjarmasin. Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas IKM, Sasirangan diharapkan semakin kuat sebagai warisan budaya sekaligus salah satu produk unggulan industri kreatif yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (Nug/K-5)















