Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Rindu Selama Dua Tahun Pecah, Sanah Terharu Bisa Bertemu Suami

×

Rindu Selama Dua Tahun Pecah, Sanah Terharu Bisa Bertemu Suami

Sebarkan artikel ini
Hal 10 3 Klm Rindu Dua Tahun
LEPAS RINDU- Norhasanah, warga Landasan Ulin, Kota Banjarbaru langsung memeluk sang suami yang sedang menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Warga yang ingin menjenguk keluarganya yang sedang menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kini semakin banyak di hari ketiga ini.

Benar saja, pada Rabu (6/7) pagi tadi saja, tidak kurang dari 58 pengunjung tercatat datang menjenguk warga binaan yang dijadwalkan untuk tahanan blok D.

Kalimantan Post

Rasa haru pun tak bisa dibendung oleh sebagian pengunjung. Pasalnya, selama ditiadakan layanan kunjungan tatap muka akibat pandemi Covid-19, mereka hanya bisa saling sapa melalui Video Call yang difasilitasi Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

Norhasanah, warga Landasan Ulin, Banjarbaru misalnya. Setibanya di ruang kunjungan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, ia langsung mencium tangan dan memeluk sang suami yang sedang menjalani pembinaan.

“Alhamdulillah akhirnya bisa bertemu lagi dengan suami saya. Terimakasih juga pihak Lapas membuka lagi waktu kunjungan,” ucapnya, saat ditemui awak media, Rabu (6/7) pagi.

Wanita yang akrab disapa Sanah itu mengakui, sekitar dua tahun lebih saat ditiadakan kunjungan tatap muka cukup sangat memberatkan.

Namun setelah mendengar kabar kunjungan kembali dibuka, dirinya beserta anak-anak pun merasa gembira akhirnya dapat bertemu langsung dengan sang suami.

“Selama ini hanya menitipkan makanan karena tidak ada kunjungan. Namun setelah dapat kabar dibuka dan jadwal blok D setiap Rabu kami pun langsung datang,” ungkapnya.

Wanita 29 tahun itu kembali mengungkapkan, bakal rutin menjenguk sang suami setiap jadwal besuknya, untuk melepas kerinduannya.

“Insyaallah rutin datang berkunjung kalau tidak ada halangan. Namanya juga rindu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ismadani, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Teluk Dalam juga merasa terharu akhirnya bisa bertemu lagi secara langsung dengan sang istri.

Hal ini lah menurut pria 41 tahun itu, yang membuat dirinya semangat berubah agar bisa cepat keluar dari Lapas.

Baca Juga :  SELOMBA, Sabun Ecoenzim dari Limbah Organik, Solusi Ramah Lingkungan Sisa Organik MBG

“Terharu bisa dikunjungi istri. Bikin semangat biar bisa cepat keluar,” ujarnya singkat.

Terpisah. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Sri Yuwono menyebut, bahwa kebijakan ini sangat menggembirakan. Baik bagi warga binaan maupun keluarga.

“Memang sudah dua tahun lebih ditiadakan. Tentu sudah sangat rindu,” ungkapnya, di sela-sela melakukan peninjauan kunjungan.

Meskipun masih ada pembatasan, Ia berharap agar pengunjung yang datang bisa memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Yakni sudah melakukan vaksin lengkap atau booster.

Karena tidak menutup kemungkinan, kebijakan ini akan kembali mengalami penyesuaian jika angka penularan Covid-19 terus melandai.”Sekarang waktu kunjungan masih kita batasi 15 menit dan cuma sekali seminggu. Tapi bisa saja kembali normal seperti dulu jika situasi terus membaik,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejak senin (4/7) lalu, kunjungan tatap muka terhadap warga binaan akhirnya dibuka kembali.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022, Tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka dan Pembinaan yang Melibatkan Pihak Luar sebagai dasar pelaksanaan layanan kunjungan.

Kunjungan hanya bisa dilakukan oleh keluarga inti, maksimal tiga orang. Kemudian sudah vaksin ketiga, namun jika belum vaksin wajib menunjukan surat rapid test negatif. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan