Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pesan UAS di Banjarmasin
Tetap Utamakan BAIMAN di Usia 496 Banjarmasin

×

Pesan UAS di Banjarmasin<br>Tetap Utamakan BAIMAN di Usia 496 Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Hal 9 3 KLm Uas
SILATURAHMI - UAS saat bertandang ke rumah dinas Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. (KP/Istimewa)

Banjarmasin, KP – Tak hanya banyak perlombaan yang mengjiasi peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kota Banjarmasin.

Pemerintah Kota (Pemko) setempat juga mengundang salah satu ulama tersohor untuk memeriahkan momen sakral bagi warga Banjarmasin tersebut. Yakni dengan mendatangkan Ustadz Abdul Somad (UAS).

Kalimantan Post

Ia diundang ke Banjarmasin untuk memberikan tausiah agamanya dalam gelaran Tabligh Akbar di Masjid Ar-Raudah, Jalan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, pada Kamis (1/9) malam.

Tabligh Akbar itu di isi langsung oleh Ustadz Abdul Somad, serta sejumlah ulama di Banjarmasin dan jajaran pimpinan di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, terutama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Ustadz kondang yang dikenal dengan keilmuannya tentang keagamaannya itu mengatakan, usia 496 tahun bagi salah satu kota tidak lah waktu yang mudah.

Dimana menurutnya, dalam waktu yang hampir 500 tahun ini, pasti dilalui dengan lika-liku perjalanan dari masa ke masa.

Namun UAS menekankan di usia yang hampir lima abad ini warga Kota Banjarmasin harus selalu mengutamakan adalah Baiman.

“Kenapa Baiman? Karena dalam penanggalan awalnya yakni masuk Islam di Banjarmasin,” tuturnya.

“Maka ketika pertama itu ditanggalkan dan disitulah kadar dia diakui oleh Allah SWT. Siapa yang tidak baiman gugurlah amalnya dan tidak dapat dijadikan bekal dihadapan Allah SWT,” sambunya.

Kenapa selalu mengutamakan baiman? Menurutnya hal tersebut dikarenakan siapapun orang yang beriman pastilah orang tersebut beruntung.

“Mudah-mudahan di usia Kota Banjarmasin yang hampir 500 tahun ini bisa jadi kokoh pondasinya dan di generasi yang akan datang akan menjadi batuah,” ungkapnya.

“Kalau dari bahasa banjarnya itu batuah, tapi kalau kita tau itu adalah barokah. Seperti misalnya saja rumah, bagaimana bisa rumah itu bertahan selama 500 tahun? Itu karena selalu dijaga, maka itu menjadi barokahnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bangun Fondasi Sejak Dini, Bunda PAUD Banjarmasin Gencarkan Wajib Belajar Prasekolah

Sementara itu dalam tausiyahnya ustadz yang akrab disapa UAS ini mengatakan bahwa walaupun orang itu miskin, tetapi kalau ia beriman, maka kemiskinan itu hanyalah sementara.

“Sementaranya itu sampai kapan? Sampai malaikat maut datang,” ucapnya.”Orang beriman ia tidak takut menghadapi hidup. Karena penyakit paling mengerikan bukan kemiskinan tetapi takut menjalani hidup,” tambahnya.

Ia membeberkan, bahwa kasus bunuh diri paling banyak terjadi bukan ada di Indonesia, tetapi di luar negeri. “Disana banyak yang hidupnya tenang dan berlimpah harta, tetapi ia tidak berani menjalani hidup,” pungkasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan