Tanjung, KP – Sebagai salah satu pelaksana kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) turut andil dalam suksesnya pemilihan lima tahunan yang mempunyai tanggung jawab berat dan akan mencatat sejarah.
Hal itu, diungkapkan Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani M.Si, saat menghadiri dan memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Anggota Panwascam se-Kabupaten Tabalong belum lama tadi di Hotel Jelita Tanjung.
Menurut Anang, akan menjadi catatan sejarah di Tabalong jika Pemilu 2024 berhasil, maka bisa dipastikan orang mencari ketua KPU dan Ketua Bawaslu maupun Panwascamnya. “Tetapi kalau penuh dengan kecurangan dan sebagainya, orang tidak akan mencatat siapa ketua KPU, siapa Ketua sehingga yang dicatat adalah Ketua dan anggota Panwascam se-Kabupaten Tabalong,” ujarnya.
“Panwascam ini jangan dijadikan tempat pelarian, tetapi ini tempat untuk membuat sejarah sehingga tercatat dalam sejarah anggota Panwascamnya luar biasa untuk pemilu di Tabalong. Oleh sebab itu tanggung jawabnya berat, karena sejarah akan mencatat,” ujarnya di hadapan 36 anggota Panwascam se-Tabalong yang baru dilantik.
Dalam kesempatan itu, Bupati Tabalong meminta Panwascam yang baru dilantik bisa melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya. “Kalau pemilu ingin baik mesti dimulai dari desa, kecamatan dan kabupaten/kota. Saya memohon juga dukungan Camat, Kapolsek dan Danramil,” ujarnya.
“Alhamdulillah, 10 persen saja yang senior ini 90 persennya anak-anak muda. Tadi baru saja saya menyampaikan sambutan hari sumpah pemuda, pemuda hari ini pemimpin masa depan. Hari ini saudara duduk disitu sebagai Panwascam lima tahun yang akan datang ada diantara kalian yang menggantikan Ketua Bawaslu untuk melantik anggota Panwascam,” sebut Anang.
Selebihnya, orang nomor satu di Bumi Sarabakawa ini juga menyampaikan terkait pengawasan terhadap pelanggaran dalam Pemilu. “Satu pelanggaran dalam pemilihan itu sama beracara, jadi tidak bisa dilihat setelah itu ditangkap. Beracara itu ada proses, dilaporkan ada dua alat bukti, jadi bukan dilihat dan langsung ditindak, ini menyebabkan masyarakat tidak sabar,” ujarnya.
“Untuk ASN, TNI dan Polri sudah jelas sanksinya dan aturannya apabila melakukan pelanggaran, mereka komen jempol saja sudah kena, saya berharap nanti dalam sosialisasi pelanggaran kita kejar ini faktor-faktor lain, kalau ASN, TNI dan Polri saya jamin. Saya ingin sekali pemilu di Tabalong berjalan jujur, adil, bersih dan demokratis supaya anak cucu kita selalu mengingat keberhasilan penyelenggaraan pemilu,” demikian pungkas H Anang Syakhfiani. (ros/K-6)















