60 Persen UMKM “Digawangi” Kaum Perempuan

Banjarmasin, KP – Keberadaan UMKM mencapai 67 persen dari total inventasi yang dilakukan.

Dan 60 persen UMKM tersebut “digawangi” kaum perempuan.

Perempuan memiliki kontribusi besar pada pembangunan daerah, terutama menggerakan perekonomian melalui UMKM (Usaha mikro, Kecil dan Menengah.

“Karena UMKM ini terbukti mampu menyangga perekonomian, terutama pada masa pandemi Covid-19 lalu,” kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kalsel, Hj Shinta Laksmi Dewi pada dialog “Peran Perampuan dalam Kemajuan Banua”, Kamis (22/12).

Seminar yang dilaksanakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel bekerjasama dengan Bank Kalsel dalam rangka memperingati HUT ke-15 FJPI sekaligus Hari Ibu, dengan menghadirkan narasumber Ketua Kadin Kalsel, Hj Shinta Laksmi Dewi dan anggota DPR RI, Hj Aida Muslimah.

‘Dari keberadaan UMKM dan total inventasi yang dilakukan, ini membuktikan kaum perempuan mampu menggerakan dan menyangga perekonomian, termasuk di Kalsel,” jelasnya.

Menurutnya, perempuan adalah mahluk yang istimewa, karena mampu berperan di bidang domestik maupun publik.

Bahkan kedua sektor tersebut, dimana mereka bisa sukses sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan.

“Jadi tidak hanya sukses dengan keluarga dan usaha saja, namun juga memperbaiki ekonomi keluarga, membuka lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat,” tambah pengusaha sukses ini.

Apalagi kini pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kaum perempuan untuk berusaha dan mendapatkan permodalan, karena tidak ada lagi sensitif gender.

“Kini kesempatan terbuka luas bagi perempuan yang ingin memberdayakan dirinya, terutama membuka usaha baru, mengingat sudah setara dengan kaum laki-laki,” ungkapnya.

Berita Lainnya
1 dari 1,793
loading...

“Tidak ada lagi sensitif gender dalam kewirausahaan.

Usaha itu dibangun tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan,” tegasnya.

Kendati demikian, Hj Shinta mengakui, kaum perempuan masih terkendala pemasaran produk UMKM.

Sehingga untuk maju perlu memperluas jaringan, pendampingan dan kemitraan.

“Juga jangan berpikir wirausaha memerlukan modal besar, namun kemampuan, fokus dan dedikasi, serta terus memperbaiki produknya,” tambahnya.

Sedangkan anggota DPR RI asal Kalsel, Hj Aida Muslimah mengungkapkan, keterwakilan perempuan di bidang politik masih minim, bahkan kurang dari 30 persen, seperti yang terlihat di DPR RI maupun DPRD Kalsel.

“Jadi perempuan harus menunjukan kemampuan dan jangan takut untuk terjun ke dunia politik maupun pemerintahan,” kata Aida Muslimah.

Aida Muslimah mengakui, sebenarnya perempuan memiliki potensi, namun takut bersaing dengan kaum laki-laki, terutama di dunia politik.

“Intinya, kita harus percaya diri untuk bisa maju dan ikut berkontribusi dalam memajukan pembangunan di daerah maupun secara nasional,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Sementara itu, Ketua FJPI Kalsel, Hj Sunarti menyambut baik terselenggaranya pelaksanaan seminar sekaligus silaturahmi dengan para anggota yang tergabung di dalamnya.

“Semoga pemaparan ini dapat memberikan motivasi bagi kaum perempuan untuk lebih maju dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, termasuk jurnalis perempuan,” kata Pimpinan Redaksi Harian Kalimantan Post. (lyn/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya