BKKBN Kalteng Edukasi Cegah Stunting Lewat Pergelaran Festival Film Pendek

Palangka Raya, KP.- Dalam mencegah stunting di Provinsi Kalimantan Tengah, BKKBN Kalimantan Tengah terus gencar mengimplementasikan sejumlah program prioritasnya kepada masyarakat.

Selain masif melakukan sosialisasi dan membuat Satuan Tugas menurunkan angka stunting, BKKBN Kalteng juga melaksanakan terobosan adaptif dengan menggelar Festival Film Pendek atau FFP, dengan tajuk Cegah Stunting, Cerdas Parenting Menuju Kalteng Berkah.

Kegiatan festival film pendek tersebut menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengda Kalteng, dimaksudkan agar masyarakat dapat lebih merata dan luas memahami fenomena stunting, dan pencegahannya agar hidup lebih sehat berkualitas.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan kegiatan FFP ini merupakan kolaborasi BKKBN Kalteng dan IJTI Kalteng untuk mensosialisasikan pencegahan stunting di Kalimantan Tengah.

Dikatakan Plt. Kepala BKKBN Kalteng, stunting adalah Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan

“Presiden telah menargetkan 14 persen pada tahun 2024 yang saat ini berdasarkan survei status gizi balita (SSGI) tahun 2021 sebesar 24,4 persen,”paparnya.

Berita Lainnya

Ketua DAD Kalteng Gelar Safari Natal

1 dari 579
loading...

Ditambahkannya, angka stunting di Kalimantan Tengah saat ini 27,4 persen tertinggi Gunung Mas 35,9 persen dan terendah di Lamandau 23,2 persen. Dengan target 2024 15,38 persen

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui FFP ini, dapat dilakukan pencegahan dini cegah stunting mulai dari hulu dan berbasis keluarga dengan pola asuh yang baik dapat terwujud. Kegiatan FFP ini sendiri, terbuka untuk umum, terkhusus masyarakat sineas Kalteng.

Sementara itu, Ketua IJTI Kalteng, H. Tantawi Jauhari menyatakan menyambut baik adanya FFP cegah stunting bersama BKKBN Kalteng ini.

“Kegiatan ini kami ikhtiarkan untuk membantu pemerintah dan masyarakat Kalteng dalam mencegah, serta menurunkan angka stunting, yang tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat Kalteng yang sehat, berkualitas dan berkah,” urainya.

Dalam Festival Film Pendek tersebut, disiapkan total hadiah belasan juta rupiah bagi para pemenang 1, 2 dan 3, serta katagori sinematografi terbaik, editing terbaik, sutradara terbaik,
skenario terbaik, dan pemeran terbaik.

Para sineas Kalimantan Tengah diajak untuk ikut berpartisipasi dalam perhelatan tersebut, dengan menampilkan karya terbaik sebagai wujud kolektif masyarakat mendukung program pencegahan stunting, cerdas parenting menuju Kalimantan Tengah Berkah.

Festival Film Pendek ini didukung oleh beberapa media DAYAK TV, SMSI Kalteng, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Bunga Bangsa, Info SAWIT, Jurnalborneo.co.id, dan Borneodaily.co.id.(Yld/KPO-1).

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya