DPRD Kalsel Pelajari Kurikulum Merdeka

Banjarmasin, KP – Komisi IV DPRD Kalsel terus mempelajari penerapan Kurikulum Merdeka di daerah lain, termasuk di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.


Hal ini dikarenakan Kurikulum Merdeka adalah metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat, sehingga pelajar dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai passion yang dimilikinya.

“Secara umum, kurikulum merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam,” kata anggota Komisi IV DPRD Kalsel, DR H Abdul Hasib Salim, usai kunjungan kerja ke DPRD Pulang Pisau, belum lama ini.


Abdul Hasib Salim mengatakan, penerapan kurikulum baru ini menjadi persoalan, karena ada yangg mewajibkan, ada yang melaksanakan dan ada yang belum melaksanakan.


“Kita sengaja mencari informasi ke daerah lain mengenai penerapan Kurikukum Merdeka ini, termasuk persiapannya,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.


Diakui, Dinas Pendidikan Kalsel menganjurkan kurikulum ini diterapkan di sekolah, padahal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum memaksakan kurikulum ini untuk diterapkan di sekolah.


“Namun disesuaikan dengan sekolah dan daerahnya masing-masing,” ujar Abdul Hasib Salim.

Berita Lainnya
1 dari 69
loading...


Oleh karena itu, Komisi IV berusaha untuk mendapatkan informasi di daerah-daerah lain, termasuk Kalteng yang merupakan provinsi terdekat.


Lebih lanjut diungkapkan, kurikulum ini untuk meningkatkan kemandirian siswa dan kebebasan siswa untuk mencari bahan ajar, mencari sumber belajar dan untuk mendapatkan kemandirian bagi mereka juga.


“Informasi yang diperoleh ini akan dijadikan perbandingan dalam rangka pelaksanaan dikalsel,” jelasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pulang Pisau, H Ahmad Fadli Rahman mengatakan, kunjungan ini lebih berupa tukar informasi, mengingat Kabupaten Pulang Pisau belum menerapkan Kurikulum Merdeka.


“Kita masih fokus pada pelayanan terhadap infrastruksur sekolah yang diutamakan, karena kabupaten baru ini memiliki banyak kekurangan dan masih harus banyak belajar dari daerah lain,” katanya.


Apalagi masukan dari Komisi IV yang bermitra dengan kesehatan dan pendidikan, tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Pulang Pisau.


“Kita akan mendorong Pemkab untuk menerapkan kurikulum ini, demi kemajuan pendidikan,” jelas Ahmad Fadli. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya