BPK Kembali Turun Gunung Periksa Pengerjaan Jembatan Apung Senilai Rp4,5 M
Pemeriksaan Pertama Ada Temuan

Kabar yang berhembus lagi, pemeriksana tahap pertama yang sudah rampung dilanjukan kembali pemeriksaan jilid kedua oleh BPK

BANJARMASIN, KP – Meskipun pembangunan jembatan apung yang menelan dana Rp4,5 M sudah diresmikan tampak masih menyisakan persoalan. Hal ini terbukti selain ada kerusakan pasti diresmikian tetapi akhirnya masalah pembangunan Jembatan yang tak mendapatkan restu DPRD juga diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan.

Kabar pemeriksaan ini juga sangat santer dikalangan Pemko Banjarmasin. Bahkan pemeriksaan pertama yang sudah berakhir ternyata pembangunan yang menelan dana Rp4,5 M rupiah dari APBD Pemko Banjarmasin harus ada pemeriksaan lanjutkan karena ada temukan dari BPK dan masih banyak laporan termasuk kondisi jembatan yang paska diresmikan tak bisa dipakai.

Bahkan kabar yang berhembus lagi, pemeriksana tahap pertama yang sudah rampung dilanjukan kembali pemeriksaan jilid kedua oleh BPK. Pasalnya, sejak dilakukan perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan dana yang dibiayai hasil pungutan pajak masyarakat tersebut menui kritis hingga akhitnya ditemukan terjadi kerusakan.

Meskipun tak ada satupun pejabat yang berhasil dihubungi terkait pemeriksaan tetapi sejumlah ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin membenarkan adanya pemeriksaan BPK yang menyimpulkan adanya temuan dan akhirnya harus dikembalukan ke Kas Negara puluhan juga.

Padahal konsep awal jembatan apung yang menghubungkan Siring Patung Bekantan dengan Siring Sungai Baru atau kampung ketupat, pasca diresmikan beberapa hari lalu, ditutup sementara. Tetapi pada kenyataan belum dipakai dan baru selesai diresmikan sudah rusak.

Berita Lainnya
1 dari 5,746
loading...

Dari pantauan selain terlihat bagian besi pegangan di jembatan apung itu terlihat bengkok yang juga dilakukan pemeriskaan oleh BPK. Bahkan kerusakan terjadi akibat pasang tinggi air membuat gangway atau penguhubung dermaga ke jembatan apung itu terperosok ke kolong lantai ulin dermaga, hingga membuat pagarnya pun penyok.

Kejadian itu pun sudah diketahui jajaran Dinas PUPR Banjarmasin. Bahkan dar pemberitaaan sebelumnya, PUPR pun langsung memasang Safety line serta spanduk putih pun dipasang mengelilingi jembatan apung itu.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, pun sudah mewartakan dan mengaku telah mengevaluasi jembatan underpass yang dibangun dengan biaya Rp4,5 Miliar dari APBD Murni 2022 itu.

“Kejadian ini jadi kesempatan kita mengevaluasi. Karena masih tahap persiapan operasional dan pemeliharaan pihak penyedia,” ucapnya, tulisan sejumlah media, Senin (28/11/22).

“Kedepan kita minta agar sesuaikan dengan pasang surut sungai. Kita targetkan minggu ini selesai diperbaiki,” bebernya. Ia mengklaim, bahwa sebenarnya pihak penyedia sudah melaksanakan pembangunan sesuai desain. Akan tetapi rupanya puncak air pasang terjadi kala itu di luar dari perkiraan jajarannya.

“Posisinya memang agak ke tengah. Kalau dalam keadaan pasang normal tidak sampai seperti itu. Kita juga akan libatkan masyarakat bagaimana kondisinya, untuk bahan evaluasi,” pungkasnya. Sampai saat ini pun, jembatan apung tersebut tidak bisa dilintasi oleh masyarakat Kota Banjarmasin. (nau/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya