Oleh : Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom
Pustakawati UIN Antasari Banjarmasin
Minggu, 22 Januari 2023 menjadi momen yang istimewa bagi masyarakat Tionghoa karena bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau yang dikenal Hari Raya Imlek 2574. Berbicara soal perayaan Imlek, tentu tak akan jauh dengan mengenal tradisi kebudayaan masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek setiap tahunnya. Biasanya, perayaan imlek terasa lebih spesial karena mengandung banyak makna yang melekat dalam setiap tradisinya. Hari Raya Imlek juga biasanya identik dengan beberapa simbol, yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, seperti warna merah, barongsai, naga, dan juga angpau.
Saat perayaan Imlek, bagi-bagi angpao pasti jadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Angpao merupakan sebuah amplop merah berisi sejumlah uang, yang biasanya diberikan oleh para orang tua kepada anak-anak atau orang yang belum menikah dan tidak memiliki pekerjaan.
Pemberian angpau diyakini akan dapat mendatangkan kebaikan, khususnya untuk kesehatan serta prestasi sekolah di tahun mendatang. Uang dalam angpau merah juga dipercaya bisa membawa keberuntungan. Ini karena merah adalah warna keberuntungan orang Tionghoa.
Angpau Digital
Di era serba digital saat ini budaya berbagi angpau tampaknya sudah semakin berubah. Berbagi angopau di era digital semakin canggih dengan adanya e-money atau uang elektronik. Era digital memang menawarkan banyak sekali kemudahan. Apapun serasa bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah. Selain lebih mudah, era digital juga menawarkan kepraktisan. Termasuk dalam hal berbagi angpau sekalipun. Selama ini berbagi angpau umumnya langsung diberikan kepada orangnya. Namun di era berbasis digital ini berbagi angpau bisa dilakukan dengan metode yang lebih praktis. Caranya adalah dengan menggunakan e-money.
Keberadaan e-money semakin ke sini memang semakin populer. Keberadaannya pun terbukti sudah memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan. Hal itulah tampaknya yang membuatnya semakin populer saja. Bahkan kini berbagi angpau pun bisa pakai e-money.
Dalam beberapa tahun terakhir Bank Indonesia semakin gencar mengkampanyekan penggunaan e-money. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses layanan keuangan perbankan. Di sisi lain, langkah ini dilakukan supaya pihak perbankan pun bisa memperluas jaringan tanpa harus membuat outlet berbentuk fisik. Misalnya saja seperti kantor cabang pembantu. Selain itu adanya uang elektronik ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya cashless society atau dengan kata lain masyarakat bisa menjalankan ekonominya tanpa menggunakan uang fisik saat melakukan berbagai transaksi.
E-money sebagai alat pembayaran bisa dikatakan lebih inovatif dan praktis. Keberadaan e-money ini diharapkan mampu membantu melancarkan pembayaran. Wajar saja jika kini hampir semua bank menawarkan fasilitas ini.
Berbagi Angpau Digital
Di era digital ini semua sendi kehidupan secara tidak langsung dituntut agar bisa beradaptasi. Hal inilah yang membuat banyak penyedia jasa keuangan yang menawarkan pelayanan pembayaran dan penagihan dengan e-money.
Kini semua hal yang bersifat pembayaran dan penagihan pun bisa dilakukan melalui e-money ini. Tidak hanya untuk belanja, bayar parkir, bayar tol, listrik, hingga berbagi angpau pun bisa menggunakan e-money ini.
Sebuah cara yang lebih praktis dan lebih mudah tentunya. Pasalnya untuk berbagi angpau kita tidak perlu lagi harus datang langsung ke orang yang ingin diberi angpau. Pasalnya kini kita dimungkinkan untuk beramal secara online. Berkat adanya sistem donasi QR Code, membuat para pemberi angpau lebih dimudahkan saat ingin memberikan angpaunya. Para pemberi angpau tinggal mengirimkan angpaunya melalui aplikasi Android seperti Dompet Digital.
Untuk berbagi angpau, kita tinggal memilih menggunakan aplikasi e-money yang selama ini kita gunakan. Pasalnya rata-rata aplikasi tersebut sudah dilengkapi dengan fitur QR Code yang memungkinkan kamu bisa berbagi angpau secara digital. Wajar saja jika kini berbagi angpau di era digital pakai e-money banyak dipilih.
Energi berbagi angpau tentunya memiliki nilai yang sangat positif, dengan adanya kebiasaan berbagi untuk sesama yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun serta tidak ada ketentuan jumlahnya, akan menjadikan hidup si pemberi angpau menjadi berkah, sama seperti halnya juga diajarkan dalam agama Islam, dimana orang-orang yang rajin bersedekah selalu didoakan oleh Malaikat, “Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari & Muslim). Membiasakan diri untuk memberi angpau atau bersedekah bukan membuat kita menjadi miskin, justru akan didatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Seperti firman Allah SWT, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui”.(QS. Al Baqarah : 261).
Maka dari itu, mari kita biasakan untuk saling berbagi terlebih dengan adanya berbagai kemudahan berbagi di era digital dengan adanya e-money agar hidup kita menjadi berkah untuk semuanya. Selamat Tahun Baru Imlek 2574, semoga kesehatan, kekayaan dan kesuksesan selalu menyertai kita semua, aamiin.














