Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

Melalui Perusda, Pemprov Stabilkan Harga Gabah

×

Melalui Perusda, Pemprov Stabilkan Harga Gabah

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru, KP – Pemprov Kalsel berupaya menstabilkan harga beli gabah kering giling (GKG) di tingkat petani.

Selama ini petani menjerit, sebab harga beli cukup rendah akibat permainan tengkulak.

Android

Oleh karena itu, melalui divisi pangan perusahaan daerah (perusda) PT. Bangun Banua (BB), dilakukan pembelian GKG dengan harga di atas standar nasional. Di mana, harga standar nasional hanya Rp4.800 per kilogram.

Perhitungan petani agar mendapatkan untung minimal Rp6.500 per kilogram.

PT. BB sendiri membeli dengan harga 6.700 per kilogram.

“Menurut para petani harga minimal agar tetap untung Rp6.500 per kilogram,” jelas Kepala Dinas Tanaman Pangan (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, Senin (6/3).

Menurut Syamsir, Bangun Banua telah sepakat membeli padi dari petani langsung.

Yang sudah dilakukan kesepatan dengan petani di Desa Karang Bunga dengan harga Rp6.700.

Dikatakan Syamsir, PT. BB dipastikan memerlukan gabah, sebab perusda itu akan bertugas menyiapkan kebutuhan beras bagi aparatu sipil negara (ASN) Pemprov Kalsel.

Saat ini, ujarnya, sedang didata berapa kebutuhan beras ASN Pemprov Kalsel beserta jenisnya.

Ke depan ia berharap tidak hanya ASN Pemprov yang disuplai beras dari PT. BB, tapi juga ASN instansi vertikal di Kalsel.

“Khusus kebutuhan ASN Pemprov kita perlu rapat sekali lagi terkait keperluan masing-masing SKPD.

Rapat tersebut juga akan membahas kebutuhan jenis beras, yang unggul berapa yang lokal berapa,” bebernya.

Syamsir memastikan pihaknya dari dinas yang menangani pertanian akan mendukung keperluan Bangun Banua.

Pihaknya sudah menyiapkan lahan yang bisa dibeli untuk penyediaan gabah di daerah Barito Kuala dengan hasil panen yang terjaga.

“Sampai dengan April nanti itu diperkirakan ada sekitar 210.000 ton gabah, jika dikonversi ke beras 150.000 ton,” ucapnya.

Baca Juga:  Peduli Sesama, Kodim 1002/HST Bersama Jajaran Berbagi Takjil di Jalan

Syamsir berujar apa yang dilaksanakan Bangun Banua merupakan kebijakan Gubernur Kalsel dalam menjaga inflasi.

Ia menyatakan dengan harga Bangun Banua petani gembira dan bisa tersenyum. “Dengan harga minimal 6500 petani sudah tersenyum paling tidak mereka bisa membeli baju barang untuk satu lembar,” pungkasnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan