Iklan
Iklan
HEADLINE

Lima Kabupaten Diminta Segera Tetapkan Siaga Bencana

1
×

Lima Kabupaten Diminta Segera Tetapkan Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
MIGITASI KARHUTLA - Rapat koordinasi mitigasi Karhutla di aula kantor BPBD Kalsel, Selasa (2/5). (Ist)

Banjarbaru, KP – Puncak musim kemarau pada tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus.

Di samping itu, kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih panas dibanding tiga tahun ke belakang.

Penetapan status siaga bisa dilakukan pada pertengahan Mei hingga pertengahan Juni.

“Saat puncak kemarau yang sangat diperlukan adalah heli water boming untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Kepala BMKG Kalsel, Goeroeh Tjiptanto, di sela rapat koordinasi mitigasi Karhutla di aula kantor BPBD Kalsel, Selasa (2/5).

Pada kesempatan itu, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar meminta lima kabupaten di Banua menetapkan status siaga bencana.

Lima kabupaten itu yakni, Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

“Kelima kabupaten ini kami minta segera membuat surat bupati terkait status.

Hal itu akan menjadi dasar kita untuk status provinsi.

Bahan kita meminta TMC di sekitar wilayah tersebut,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta kelima kabupaten itu melakukan TMC di pertengahan Mei sampai Juni 2023.

“Jadi otomatis kita segera menetapkan status siaga,” katanya.

Roy menuturkan, puncak kemarau diperkirakan pada Agustus sampai September.

Ia menyebut masih punya peluang pada Mei sampai Juni, sebab potensi awan masih ada dan resiko kegagalan masih kecil.

Di sisi lain, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, menambahkan dari informasi terakhir, Kalsel mendapatkan jatah 10 helikopter dalam penanganan karhutla tahun ini.

Dua heli patroli dan delapan water bombing.

“Helikopter sangat penting untuk penanganan karhutla yang tidak bisa dijangkau satgas darat,” katanya.

Terkait kesiapan peralatan penanganan karhutla yang dimiliki Kalsel, Ari memastikan, semua sudah siap dan berfungsi dengan baik.

“Sudah dicek semua. Yang rusak sudah diperbaiki,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, semua alat akan diujicoba dalam apel persiapan bencana karhutla pada 3 Mei 2023 di Guntung Damar, Banjarbaru.

“Di apel itu, kita akan melakukan simulasi penanganan karhutla,” tutupnya. (mns/K-2)