Banjarmasin, KP – Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) Di Kota Banjarmasin mulai meningkat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, terjadi peningkatan kasus DBD dibandingkan pada bulan April lalu.
Untuk bulan April lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 5 kasus DBD, sementara pada bulan Mei sampai tanggal 17 mei telah dilaporkan 9 kasus DBD.
Kenaikan kasus DBD ini berdasarkan laporan dari berbagai Puskesmas di Kota Banjarmasin.
Sementara, pada Bulan Januari dilaporkan kasus DBD sebanyak 23 kasus, Bulan Februari dilaporkan sebanyak 17 kasus, Bulan Maret dilaporkan sebanyak 7 kasus.
Total kasus DBD sepanjang tahun 2023, dari bulan Januari hingga Mei 2023 sebanyak 52 kasus DBD.
Dari total 52 Kasus DBD itu, 3 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Kasus DBD terbanyak di Puskesmas Sungai Andai tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, M Ramadhan.
M Ramadhan mengatakan sejumlah pemukiman terutama untuk penderita yang meninggal dunia telah dilakukan fogging atau pengasapan.
Fogging dilakukan setelah Penyelidikan Entimologi (PE) untuk memantau ada atau tidaknya jentik yang berkembang biak di lingkungan sekitar.
Setelah dipastikan ditemukan adanya sarang nyamuk baik pada tempat penampungan air atau tempat lainnya, petugas bakal langsung membuang dan membersihkannya.
Hasil PE positif ditambah Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi acuan petugas kesehatan untuk selanjutnya melakukan fogging.
Sementara, untuk pencegahan, petugas kesehatan terutama dari Puskesmas bakal rutin untuk membagikan Abate.
M Ramadhan menghimbau warga Kota Banjarmasin untuk melakukan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) dalam mencegah peningkatan kasus DBD.
Selain itu, menjaga kebersihan rumah dan tempat tinggal dari tempat yang menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, untuk secepatnya memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Masyarakat (Fasyankes) kalau merasa kondisi tubuh tidak sehat atau sakit. (Mar/K-3)















