Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
BANUA KITATapin

Dewan Tapin Sikapi Dugaan Adanya PETI Wilayah Salam Babaris

×

Dewan Tapin Sikapi Dugaan Adanya PETI Wilayah Salam Babaris

Sebarkan artikel ini
KEGIATAN - Rapat dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Tapin bersama Aparat pemerintahan Desa Salam Babaris dan Desa Pantai Cabe, serta Dinas Lingkungan Tapin dan Polres Tapin Kamis. (KP/Ist)

Rantau, KP – Adanya dugaan aktivitas pertambangan secara ilegal dalam tiga bulan belakang inii di dekat jalan Hauling PKP2B milik PT AGM. tentunya sangat mengganggu pihak perusahaan yang memiliki ijin resmi.

Disamping itu juga berakibat bagi lingkungan, masyarakat dan juga pihak PT AGM yang pemilik jalan hauling dekat adanya pertambangan liar.

Untuk itu PT Antang Gunung Meratus melayangkan surat untuk dilakukan rapat dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Tapin bersama Aparat pemerintahan Desa Salam Babaris dan Desa Pantai Cabe, serta Dinas Lingkungan Tapin dan Polres Tapin Kamis (22/06).

Rapat Dengar Pendapat langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Tapin H Yamani beserta anggotanya, sementara peserta menghadirkan jajaran PT AGM, Kepala Dinas Lingan Hidup Tapin, Polres Tapin, Camat Salam Babaris, Kepala Desa Salam Babaris, Kepala Desa Pantai Cabe dan tokoh masyarakat dua desa setempat.

Usai memimpin rapat, Ketua DPRD Kabupaten Tapin, H Yamani mengatakan dengan adanya RDP kali ini, kita dewan mengetahui permasalahan yang terjadi dan ternyata adanya dugaan PETI diwilayah Kecamatan Salam Babaris tetununya kita berkomitmen bersama untuk memerangi aktivitas Peti dan perusahaan PT AGM yang memiliki akses jalan hauling tentunya bisa bersikap tegas melalui satuannya Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).

Kami DPRD Tapin hanya dapat berkomitmen bersama memerangi peti. namun penindakan dilakukan perusahaan maupun aparat penegak hukum,“ tegasnya.

Kendati saat ini adanya aktivitas peti, sampai sekarang DPRD Tapin belum menerima keluhan masyarakat baik itu gangguan maupun pengrusakan lingkungan, namun demikian pihaknya masih kesulitan untuk melakukan penindakan.

“Aktivitas penambang ilegal ini di ibaratkan siluman, mereka ada namun tidak nampak sehingga apabila ada permasalahan sangat sulit untuk menindaklanjuti,” jelasnya.

Baca Juga:  UMKM Expo Tanbu 2023 Di Aplus Warga

Selanjutnya kepada kepada masyarakat Desa Salam Babaris dan Pantai Cabe Kec Salam Babaris yang di duga ada kegiatan aktivitas Peti di wilayahnya, dan terjadi permasalahan baik itu limbah basah dan kering, jangan meminta pertanggungjawaban ke PT Antang Gunung Meratus, namun langsung mendatangi ke pihak penambang ilegal.

“Apabila ada permasalahan dikarenakan aktivitas peti, masyarakat dapat langsung mendatangi penambang ilegal jangan ke perusahaan resmi yang tidak tahu apa – apa,“ pesan H Yamani.

Sementara Kuasa Hukum PT Antang Gunung Meratus, Suhardi mengatakan Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan ke DPRD Tapin ini tidak lain untuk melaporkan aktivitas peti di dekat kawasan PT Antang Gunung Meratus yang sangat mengganggu perusahaan karena mereka melintas di koridor jalan Hauling perusahaan.

“Aktivitas peti ini sudah berlangsung sejak bulan maret hingga sekarang, dan mereka menggunakan koridor jalan hauling PT AGM untuk melintas,” bebernya.

Sehingga dengan melaporkan terlebih dahulu, PT Antang Gunung Meratus meminta komitmen bersama untuk mencegah dampak akibat adanya penambangan ilegal disana.

Kepala Dinas Lingkungan hidup, H Nordin mengatakan aktivitas peti sendiri merugikan semua pihak namun hanya menguntungkan satu golongan saja. Dalam segi lingkungan aktivitas peti tidak bertanggung jawab dalam menjaga lingkungannya.

“Para penambang ilegal tidak pernah memperhatikan dampak lingkungan saat menambah, mereka hanya peduli dengan hasil yang mereka dapatkan,“ pungkasnya. (abd/K-6)

Iklan
Iklan