Martapura, KP – Kabupaten Banjar menjadi salah satu lumbung pangan, khususnya produksi padi terbesar di Kalsel.
Pihak perusahaan pun ikut membantu petani setempat, salah satunya melalui program Farmer Field Schools (FFS) Agriculture Go And Act Now (AGAN) yang diinisiasi PT Mitra Agro Semesta (MAS) dan Banjar Bumi Persada (BBP) di wilayah area operasional.
Saat ini sudah dirasakan Kelompok Tani (Poktan) Karya Mandiri, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Mataraman melalui Pelita atau Pertanian untuk Livelihood Kita Semua yang telah berhasil mengembangkan benih padi Cakra Buana, sebagai benih padi unggul non lokal, pekan kemarin.
Ketua Poktan Karya Mandiri Edi Sutikno mengatakan, padi Cakra Buana merupakan benih untuk uji coba pertama kali dan berhasil hingga panen. 1 ha diperkirakan mampu menghasilkan 4,8 ton.
“Berkat supportnya PT MAS dan PT BBP, kami bertambah pengetahuan melalui program ini, mulai dari pembenihan, budidaya hingga pemanenan yang telah kami lakukan bersama,” ujar Edi.
Koordinator BPP Mataraman Amelia Sari menyebut, FFS-AGAN PT MAS dan PT BBP ini merupakan inisiatif kolaboratif yang baik antara pemerintah dan swasta dalam mendorong ketahanan pangan yang menjadi program utama menuju transformasi ekonomi inklusif. Sehingga masyarakat bisa lebih mandiri.
“Tak hanya stimulasi berupa benih dan pupuk yang diberikan PT MAS-PT BBP, melainkan juga edukasi pertanian bersama Dinas Pertanian,” tutur Amelia.
Menurut Public Relations PT MAS dan PT BBP Nor Qomariyah, panen perdana ini, merupakan wujud dukungan PT MAS dan PT BBP dalam mengembangkan pertanian sebagai ketahanan pangan dengan model edukasi, pendampingan, pemberian modal berupa benih-pupuk dan dirawat lewat kolaborasi masyarakat, pemerintah sekaligus private sectors.
”Kami berharap, program ini dapat lebih berkembang dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya untuk bersama memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus ikut serta dalam mitigasi perubahan iklim dengan model pertanian terpadu,” pungkasnya. (Wan/K-3)















