Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Dinas Pertanian menggelar pertemuan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT PHP), di Aula Distan, pekan kemarin.
Dibuka Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah dan dihadiri Kepala BPTPH Kalsel Lestari dan Petugas POPT.
Nurul Chatimah mengungkapkan, tantangan di lapangan kian kompleks akibat pola tanam petani setempat. Pada musim tanam pertama di Oktober, petani menggunakan varietas unggul, terutama di kawasan Optimasi Lahan (Opla) yang berhasil dipanen Januari.
“Pada musim tanam kedua di Februari, sebagian besar petani beralih menggunakan varietas lokal yang menjadi turun-temurun. Sayangnya, keputusan ini berisiko tinggi ketika diserang wabah virus tungro di sebagian besar wilayah Kecamatan Beruntung Baru,” ungkap Nurul.
Belum sempat pulih dari serangan tungro, tanaman lokal tersebut kembali dihantam Dampak Perubahan Iklim (DPI) berupa kekeringan ekstrim seiring datangnya musim kemarau.
“Akibat hantaman ganda ini, luas lahan pertanian yang terdampak melonjak signifikan, dari semula sekitar 100 hektar kini menjadi lebih dari 200 hektar,” tandasnya.
Menindaklanjuti hasil rapat bersama dewan, lanjutnya, pihak dinas bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi dan usulan bantuan benih untuk petani terdampak kekeringan periode Oktober–Maret.
“Usulan tersebut mencakup bantuan benih Opla, Program PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) yang merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi dari Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi presisi dan pola tanam terarah,” katanya. Tujuannya, untuk mendongkrak produktivitas hasil panen, mengefisienkan biaya produksi dan mensejahterakan petani.
Menurutnya, Situasi serangan hama dan tantangan iklim ini tentu menjadi alarm semua pihak untuk bergerak cepat. Mengingat padi bukan sekadar komoditas pangan utama, melainkan urat nadi dan tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat di Kabupaten Banjar.
Menjaga kelestarian sawah, sama artinya dengan mengamankan masa depan daerah.
Pertemuan sendiri berlangsung dinamis saat petugas POPT bergantian memaparkan hasil investigasi terbaru mereka dari berbagai wilayah. Beberapa ancaman yang mencuat dan memerlukan penanganan segera, diantaranya maraknya serangan virus tungro serta hama lainnya. (Wan/K-5)















