Keduanya lantas beradu pandang dan saat itu korban sempat mengeluarkan kata-kata “Apa cengang-cengang” (Ada apa memandang saya, red) yang membuat tersangka tersinggung.
BANJARMASIN, KP – Seorang pemuda bernama M Arin alias Mandarin kehilangan nyawanya gara-gara saling adu pandang.
Pemuda berusia 23 tahun ini tewas bersimbah darah setelah ditusuk seterunya Ramadhan Berkati (24) warga Jalan Gerilya RT 18 Banjarmasin Selatan kawasan Jalan Kelayan A Jembatan 5 Oktober RT 17 Banjarmasin Selatan, Rabu (21/6) malam sekitar pukul 21.30 Wita.
Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Eka Saprianto SIK mengatakan, peristiwa penganiayaan ini bermula ketika korban Mandarin berjalan dari Jalan Kelayan A menuju Kelayan B.
Di tengah jalan, lanjut Kapolsek, korban bertemu dengan tersangka Ramadhan yang saat itu juga sedang berjalan kaki.
Keduanya lantas beradu pandang dan saat itu korban sempat mengeluarkan kata-kata “Apa cengang-cengang” (Ada apa memandang saya, red) yang membuat tersangka tersinggung.
“Mendengar kata-kata itu tersangka langsung pulang ke rumah, dan kembali ke tempat kejadian sambil duduk di atas jembatan. Sekitar beberapa jam kemudian korban lewat menggunakan sepeda motor. Di situlah tersangka menghentikan sepeda motor korban dan langsung menusuknya,” kata Kapolsek.
Akibat aksi penganiayaan tersebut, korban Mandarin mengalami 11 tusukan. Saat itu, korban sempat berdiri dan mengambil senjata tajam korban dengan maksud ingin membalas tersangka, namun tersangka Ramadhan dapat menangkap pisau sehingga mengalami luka di bagian telapak tangannya. Saat korbannya tak berdaya lagi tersangka langsung pulang ke rumah.
“Karena dibujuk sang istri dan pihak keluarganya, tersangka mau menyerahkan diri. Lalu tersangka langsung diantar ke Mako Polsekta Banjarmasin Selatan, Kamis (22/6) dinihari sekitar pukul 00.30 WITA,” katanya.
Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Eka Saprianto SIK mengatakan, tersangka Ramadhan Berkati akan dikenakan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan. (fik/K-4)















