JAKARTA, Kalimantanpost.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan berdasarkan data sementara terdapat empat orang penumpang KRL meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara kereta CommuterLine dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
“Berdasarkan data sementara, terdapat empat orang penumpang KRL yang meninggal dunia,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta, Senin (27/4/2026) malam.
Sementara itu, Basarnas telah mengevakuasi dua korban yang terhimpit di dalam gerbong kereta.
Kedua korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
KAI menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Pelanggan dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia memohon maaf dan memfokuskan untuk evakuasi para penumpang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, setelah terjadinya insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan kereta api jarak jauh, Senin malam.
Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terjadinya insiden tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” katanya.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” imbuhnya.
KAI mengonfirmasi bahwa seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.
Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine. (Ant/KPO-3)















