Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Hutan Lindung Konservasi Bekantan Terbakar, Anggota BPBD Sempat Kewalahan Menanganinya

×

Hutan Lindung Konservasi Bekantan Terbakar, Anggota BPBD Sempat Kewalahan Menanganinya

Sebarkan artikel ini
IMG 20230922 WA0019
Anggota BPBD Tapin, Kalimantan Selatan memadamkan kebakaran lahan hutan lindung konservasi bekantan di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan , Kamis (21/9/2023). (Kalimantanpost.com/Antara)

RANTAU, Kalimantanpost.com – Hutan lindung konservasi bekantan di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan terbakar dari Kamis (21/9/2023) sore hingga malam hari.

“Luas dampak kebakaran lebih 10 hektare meliputi hutan galam dan semak belukar,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Raniansyah di Rantau, Jumat (22/9/2023).

Kalimantan Post

Raniansyah mengungkapkan peristiwa kebakaran yang melalap hutan galam di ekosistem rawa ini terjadi pada pukul 15:15 Wita berlangsung hingga Kamis malam.

Hingga pukul 19:20 Wita, petugas BPBD Tapin bersama tim gabungan dan PT Antang Gunung Meratus (AGM) mampu memadamkan sekitar 90 persen area yang terbakar.

Terkait sisanya, kata Raniansyah, api berada di luar jangkauan darat, namun mampu ditangani Tim Satgas Karhutla PT AGM.

“Tim dari AGM stand by di lokasi. Penyebab masih belum diketahui,” bebernya.

Raniansyah mengungkapkan, sebelumnya hampir bersamaan juga terjadi kebakaran di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan. Lokasinya, berada di sekitar lingkungan konservasi bekantan tersebut.

“Luas lahan terbakar kurang lebih 1,5 hektare, membakar semak belukar, api berhasil dipadamkan 100 persen oleh Tim BPBD, TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Di titik lain, tim Satgas Karhutla juga berhadapan dengan api di Desa Bitahan, Kecamatan Lokpaikat. BPBD Tapin, kata Raniansyah, berjibaku dengan api dari pukul 14:00 Wita sampai 22:00 Wita.

“Kebakaran berhasil dipadamkan 100 persen. Sedangkan, luas lahan yang terbakar lebih dua hektare, meliputi kebun karet dan semak belukar,” ujarnya.

Raniansyah menyebutkan personel cukup kewalahan dan kelelahan menangani karhutla pada Kamis itu, karena lahan terdampak cukup luas. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Brigjen Pol Asep Taufik : Kini Proses Asesmen untuk Rehabilitasi Terhadap Khalikin
Iklan
Iklan