Kebijakan PJJ atau PTM Diserhakan pada Satuan Pendidikan

Banjarbaru Kalimantanpost.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, sempat mengeluarkan edaran pembelajaran jajak jauh (PJJ) pada 4 Oktober.

Kebijakan tersebut direvisi pada 6 Oktober dan kembali diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

PJJ sempat mau diterapkan karena kabut asap, namun belakang kabut semaki tipis. “Surat edaran yang baru sifatnya flexibek, bisa PJJ bisa PTM,” jelas Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dariatno Ngateno, Jumat (13/10).

Mengapa flexibel, karena menurut pria yang akrab disapa Nono, ini kabut asap kadang tebal kadang tipis.

Atas dasar itu, pihaknya menyerahkan kebijakan PJJ atau PTM kepada satuan pendidikan masing-masing.

“Ada SMA yang berlakukan PJJ. Kebijakan diserahkan ke satuan pendikan tapi lapor ke kami. PJJ di SMA Sungai Tabuk dan Aluhaluh kakre masih terdampak kabut. SMA Banua juga demikian,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun, mengimbau kepala satuan pendidikan agar berkoordinasi dengan bidang terkait pada Disdikbud Kalsel dalam pelaksanaan PJJ dan PTM.

Selama pelaksanaan PTM, Madun mengimbau seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan untuk memakai masker.

Dia juga meminta agar sekolah mengurangi, bahkan meniadakan sementara kegiatan pembelajaran di luar ruangan.

Berita Lainnya
1 dari 3,073

Kabut asap di Kalsel sendiri tertolong hujan yang turun melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Hujan terjadi pada 3 hari, yaitu Sabtu hingga Senin (7-9 Oktober 2023). TMC telah dilaksanakan sejak Selasa (3/10).

Kasubbid Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, menjelaskan pelaksanaan TMC berhasil menurunkan hujan. Berdasarkan laporan hingga kemarin hujan paling lebat terjadi pada Minggu (8/10).

“Selama pelaksanaan TMC telah menghabiskan 80 ton bahan semai awan,” bebernya.

Daerah yang ditabur dengan garam penyemai awan hampir di seluruh langit Kalsel, tapi paling banyak daerah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Tanah Laut.

Menurut Ari, dengan adanya hujan beberapa hari berpengaruh terhadap asap. Kondisi asap berkurang dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebut air yang turun dari langit membasahi lahan gambut.

“Dengan hujan itu setidaknya membahasai lahan gambut.

Memang titik api tidak berkurang karena untuk menghilangkan api di lahan gambut harus benar-benar terendam sehingga air bisa masuk ke dalam.

Paling penting kondisi asap mulai berkurang,” ungkapnya. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya