Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinHEADLINE

Calon Jemaah Umroh Mengadu ke Wakil Wali Kota Banjarmasin, Resah Usai 38 Orang Terlantar di Jeddah

×

Calon Jemaah Umroh Mengadu ke Wakil Wali Kota Banjarmasin, Resah Usai 38 Orang Terlantar di Jeddah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260804 WA00561
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda usai menemui korban pengguna jasa Syakira Tour. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Merasa tak kunjung mendapat kepastian, puluhan calon jemaah umrah pengguna jasa Syakira Tour mendatangi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, Selasa (4/8/2026). Mereka meminta pemerintah turut membantu menyelesaikan persoalan yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Dalam audiensi tersebut, para calon jemaah mengeluhkan belum dikembalikannya dana yang telah mereka setorkan. Meski keberangkatan umrah telah berulang kali ditunda tanpa kepastian.

Kalimantan Post

Keresahan para korban ini tentunya semakin memuncak setelah beredar kabar 38 jemaah Syakira Tour yang sempat diberangkatkan justru terlantar di Jeddah, Arab Saudi.

Kondisi itu membuat para calon jemaah lainnya semakin khawatir terhadap nasib dana maupun kepastian keberangkatan mereka.

Salah seorang korban, Sri Rahayu mengatakan sebelum adanya kasus jemaah terlantar itu dirinya sudah meminta untuk pengembalian dana. Sebab keberangkatan terus diundur sebanyak tiga kali yang seharusnya berangkat tanggal 16 Juli 2026 lalu.

“Dari tanggal 16 diundur ke tanggal 23. Lalu dari tanggal 23 diundur ke tanggal 29 Juli hingga kami memilih untuk batal berangkat dan meminta refund,” ungkap Sri kepada kalimantanpost.com saat berbincang-bincang.

Pembatalan keberangkatan dan pengembalian dana 100 persen tersebut telah disepakati pemilik jasa sebelumnya dengan tenggat waktu sebulan. Namun berhubung adanya kasus jemaah umrah yang terlantar membuat dirinya makin pupus dana bisa kembali.

Mengingat dari awal hanya janji yang diberikan Syakira Tour tanpa ada tanggung jawab jelas kepada calon jemaah yang sudah percaya untuk keberangkatan umrah dengan jasa mereka.

Dalam hal ini, pihaknya coba mengadu langsung dengan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda dengan harapnnya persoalan ini selesai tanpa ada yang dirugikan.

Dimana Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersedia melakukan mediasi kedua belah pihak antara korban dengan Syakira Tour.

Baca Juga :  Tapin Art Fest 2026 Masuk KEN, Gubernur Sebut Budaya Banua Mampu Bersaing di Tingkat Nasional

“Kami minta solusi dan saran ibu wakil tadi mediasi dulu,” ujarnya.

Mona Julia salah seorang korban lainnya menambahkan bahwa dari Pemko Banjarmasin mengusahakan untuk adanya mediasi dulu.

Dalam mediasi itu nanti, pihaknya sebagai korban berharap ada kejelasan dan titik terang dari Syakira Tour untuk bertanggung jawab sepenuhnya.

“Kemarin ada dua pilihan pengembalian dana atau tetap memberangkatkan calon jemaah dengan reschedule. Tapi sebagian yang hadir hari ini ingin dikembalikan dananya,” ungkap Mona.

Menurut Mona, banyaknya yang memilih pengembalian dana karena memang calon jemaah yang mengunakan jasa Syakira Tour ini diundur semua jadwal keberangkatannya.

Kebanyakan lagi lanjutnya, calon jemaah umrah ini sudah membayar lunas untuk keberangkatan yang awalnya sudah dijadwalkan. Namun berujung tak kunjung berangkat.

“Ada sekitar 500 orang karena yang terdaftar itu ada yang sampai Maret 2027. Kalau diundur dari awal tentu semua jadwal keberangkatann jadi mundur,” jelasnya.

Menurutnya jika pada akhirnya hasil mediasi yang diharapkan tidak sesuai. Maka langkah yang diambil pihaknya dengan menempuh jalur hukum.

“Cara satu-satunya ya di pidana kalau hasil mediasi buntu,” tegasnya.

Adapun kapan mediasi dilakukan, ia menuturkan masih belum ada informasi. Namun hal ini akan terus dikoordinasikan bersama jemaah lainnya.

“Masih belum ditentukan, masih dikoordinasikan dengan jemaah lain karena ada yang bilang sudah pemeriksaan di Polda segala macam tapi hanya sekedar informasi saja,” akhirnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda menjelaskan setelah mendapat informasi dan keluhan langsung dari korban Syakira Tour. Pemerintah mencoba membantu dengan memediasi kedua belah pihak.

“Karena ini terjadi di wilayah Banjarmasin makanya kami ingin tahu apa yang bisa pemerintah kota bantu. Tadi kami juga sudah melakukan pertemuan dengan korban Syakira yang gagal berangkat dan diceritan kronologinya,” kata Ananda.

Baca Juga :  90 Persen Wisudawan Uniska Sudah Bekerja, Rektor: Ilmu Harus Berdampak di Tempat Mengabdi

Meski Pemko Banjarmasin akan mendampingi kasus ini dengan mencoba memediasi. Namun keputusan akhirnya tetap diserahkan sepenuhnya kepada kedua belah pihak, terutama pihak korban.

Tentunya hal ini jadi perhatian serius Pemko Banjarmasin yang mana dalam waktu dekat akan mendatangi sekaligus mengecek langsung ke kantor Syakira Tour.

“Memang harus didatangi sepertinya kantornya itu, sekaligus pemanggilan karena dari pihak korban ingin mediasi tentu segeranya dilakukan,” pungkasnya. (ham/KPO-3).

Iklan
Iklan