Massa “Bentrok”,
Kendaraan Anti
Huru-hara
Diturunkan

Banjarbaru, KP – Massa “bentrok”, peralatan dan kendaraan anti Huru-hara diturunkan Polda Kalsel.

Massa tidak terima dan terjadilah bentrok. Pihak Polda Kalsel kerahkan personel juga peralatan serta turunkan kendaran anti huru-hara dan akhirnya semua bisa teratasi.

Inilah simulasi Sispamkota berlangsung di Lapangan Murjani Banjarbaru, Selasa (17/10).

Dengan berbagai aspek keamanan seperti pengamanan TPS, penanganan potensi kerusuhan.

Serta pengawasan terhadap peredaran berita palsu juga menjadi fokus utama.

Selain itu, dalam Simulasi Sispamkota tersebut, tampak kehadiran peralatan dan kendaraan anti huru-hara yang akan digunakan Kepolisian untuk menjaga ketertiban selama masa kampanye dan pemungutan suara.

“Kita menggelar Simulasi Sispamkota (Sistem Pengamanan Kota) untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi Pemilu Serentak 2024 melibatkan berbagai pihak terkait.

Sispamkota bertujuan untuk mengkoordinasikan upaya-upaya pengamanan dan pemeliharaan ketertiban selama proses Pemilihan Umum tahun 2024.

Berita Lainnya

Gunung Gamalama Alami 14 Kali Gempa Vulkanik

1 dari 3,073

“Polda Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, TNI, dan instansi terkait lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama masa kampanye hingga pemungutan suara,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

Kapolda menekankan pentingnya kerjasama dan kesiapan dalam menghadapi Pemilu 2024 yang merupakan salah satu momen penting dalam proses demokrasi Indonesia.

Kegiatan juga menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar instansi guna mengantisipasi potensi konflik dan ancaman keamanan selama proses Pemilu.

“Dengan adanya Sispamkota ini, diharapkan Polda Kalsel dan berbagai pihak terkait dapat menjaga situasi yang aman dan kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2024 demi terwujudnya proses demokrasi yang sehat dan berintegritas,” ujar Kapolda.

Ia menekankan pentingnya kesiapan aparat kepolisian.

“Tugas utama kepolisian adalah memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan aman, tertib, dan demokratis.

Kita harus siap sedia menghadapi setiap potensi ancaman yang mungkin muncul selama proses Pemilu 2024.

Keamanan masyarakat adalah prioritas utama kita,” ujarnya lagi.

Sebanyak 6000 personel dikerahkan Polda Kalsel untuk mengamankan Pemilu Serentak 2024, yang diperkuat lagi dengan personel dari Korps Brimob Polri dan personel Dalmas. (*/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya