Bendahara Umum PP Muhammdiyah Sebut Sebagai ‘Generasi Penikmat’ dan Harus Menjaga Roh Perjuangan Pendahulu

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Hujan cukup deras sejak subuh hingga pagi hari tak menyurutkan sekitar 5.000 lebih warga perserikatan Muhammadiyah dari 13 Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan menghadiri acara puncak peringatan milad ke-111 Muhammadiyah Kalimantan Selatan yang digelar di halaman Balai Kota Banjarmasin, Sabtu (13/1/2024).

Hadir diacara tersebut ustadz terkenal KH Bachtiar Nasir, LC, MM dan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Prof. H Hilman Latief, MA, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kapolresta Banjarmasin, Rektor Universitas Muhamadiyah Banjarmasin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Sulkan serta tamu undangan lainnya.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Profesional seperti H Hilman Latief mengatakan dirinya punya dengan daerah ini.

“Sewaktu saya masih kuliah di tahun 1996-1997, saya diminta menjadi trainer oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Alabio, Hulu Sungai Utara,” ceritanya.

Menurut Direktur Jendral Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) RI, dirinya disajikan masakan itik Alabio dan telur itik. “Setelah beberapa tahun, saya baru tahu Alabio itu memang tempatnya peternakan itik,” ucapnya.

Hilman menambahkan di usia Muhammadiyah yang ke-111 itu patut disyukuri dan bisa dilewati. Karena tidak banyak organisasi maupun pemerintahan umum yang eksis dan bertahan 1 abad
abad.

Contoh, kekaisaran Romawi, kerajaan di bagdad, Turki serta negara Uni Soviet hancur.

“Alhamdulillah, perserikatan Muhammadiyah bisa tetap eksis di usia 111. Saat ini kita memiliki ribuan sekolah Muhammadiyah dari TK, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, ratusan rumah sakit, serta ratusan TK-TP Alquran,” tandasnya.

Apakah ini merupakan puncak kemajuan Muhammadiyah? Kalau iya, lanjut dia, tak mungkin turun. Kewajiban warga Muhammadiyah untuk mendaki tempat atau gunung baru lagi.

Berita Lainnya
1 dari 3,073

Dia juga mengingatkan kepada pengurus Muhammadiyah jangan sampai dalam satu kepemimpinan atau periode menunjukkan kemunduran organisasi.

“Sekarang ini kita menjadi ‘generasi penikmat’, sehingga menjadi terlena. Kita harus meneruskan perjuangan para terdahulu yang telah meninggal, merintis, membangun sekolah dari TK sampai perguruan tinggi, rumah sakit, klinik dan lain-lain. Sebagai generasi penikmat, roh perjuangan harus dijaga,” tegasnya.

Dikesempatan itu, Hilman juga ada empat gerakan Muhammadiyah yakni gerakan ilmu, gerakan tajdid, gerakan, gerakan ilmi dan gerakan amal.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan
Prof Dr H Ridhahani Fidzi, M.Pd tema Milad ke-111 Muhammadiyah, yakni ikhtiar menyelamatkan semesta cukup bagus, singkat, pendek dan hanta tiga kata, tapi maknanys sungguh dalam dan luas.

“Lingkungan kita saat ini dalam kondisi yang sakit dan perlu penanganan secara serius. Pimpinan pusat Muhammadiyah sangat jitu mengusung tema ini,” ucapnya.

Ikhtiar tersebut jelasnya mencerminkan usaha nyata, dedikasi dan kerja keras dalam mencapai tujuan menyelamatkan semesta. “Itu mencakup ruang lingkup yang lebih luas dari kepedulian pimpinan pusat Muhammadiyah terhadap lingkungan,” sambungnya.

Terkait hal itu, kata Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari ini menambahkan, Muhammadiyah Kalsel melalui Majelis Lingkungan sudah melaksanakan sejumlah kegiatan penghijauan terhadap lingkungan. Mulai dari menanam ribuan pohon mangrove di pesisir pantai Jorong di Tanah Laut bekerjasama dengan PT Jorong Baru Barutama.

Diakhir acara penyampaian tausiah disampaikan ustadz KH Bachtiar Nasir, LC, MM. (ful/KPO-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya