Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Salat di Saat Safar

×

Salat di Saat Safar

Sebarkan artikel ini
1 ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah LC MA

oleh: Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah Lc MA

BAGI seorang Muslim, salat lima waktu merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dalam keadaan apa pun.

Kalimantan Post

Walau sedang di kendaraan dalam sebuah perjalanan, tetap wajib untuk salat lima waktu.

Di era modern ini, perjalanan jarak jauh dengan kendaraan semakin diperlukan di tengah mobilitas tinggi masyarakat.

Sehingga terkadang perjalanan yang ditempuh harus melewati waktu salat tertentu.

Lantas apakah salat di kendaraan harus dalam posisi berdiri atau boleh duduk?

“Di antara rukun salat itu berdiri, di antara syarat salat itu menghadap kiblat.”

Ada sebuah firman Allah yang menegaskan kepada manusia untuk bertakwa sesuai dengan kemampuan.

“Bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” (QS. At-Taghabun: 16).

Bertakwa di sini juga termasuk dalam mendirikan salat ketika dalam perjalanan.

“Tatkala engkau dalam kondisi safar, maka usahakan, memaksimalkan yang kau mampu.”

Mulai dari berwudhu, ketika di dalam kendaraan masih ada air maka berwudhulah untuk menunaikan salat.

Namun jika memang tidak ada air yang bisa digunakan, maka boleh dengan bertayamum.

“Berwudhu termasuk syarat salat kita, kalau didalam kereta api wudhu ada air, kalau enggak ada air ya sudah tayamum.”

Kalau ada air tapi kita enggak boleh menggunakan air tersebut, tayamum.

Tapi kalau ada air dan memungkinkan, maka kenapa enggak berwudhu.

Bahwa di zaman sekarang ada beberapa kereta api ataupun pesawat yang menyediakan fasilitas mushala dan air untuk berwudhu

Maka dari itu kita dianjurkan untuk melaksanakan salat di mushala yang tersedia di dalam kereta api ataupun pesawat

Alhamdulillah di beberapa kereta itu ada mushala, engkau usahakan salat di mushala.

Selain itu, jika memungkinkan menghadaplah ke arah kiblat saat salat di kendaraan dan berdirilah.

Baca Juga :  Dosen Pendidikan IPA ULM Perkuat Kompetensi Guru MGMP IPA

“Kau bisa menghadap kiblat ya menghadap kiblat.”

Kalau enggak bisa, enggak ada mushalanya dan engkau bisa salat tetap berdiri.

Untuk gerakan rukuk dan sujud, dilakukan dengan posisi duduk dan isyarat.

Pada waktu rukuk dan sujud engkau duduk dengan isyarat.

Sungguh Allah telah memberikan kemudahan bagi manusia untuk mendirikan salat dalam berbagai situasi.

“Jadi bertakwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan, jangan meremehkan, Islam itu mudah, tapi bukan untuk dimudah-mudahkan.”

Barakallah fiikum.

Iklan
Iklan