Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

KEMENANGAN DALAM ISLAM

×

KEMENANGAN DALAM ISLAM

Sebarkan artikel ini

Oleh : H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Asal kata menang, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul. Kemenangan merupakan istilah yang diberikan pada seseorang yang berhasil dalam persaingan seperti argumen, perang, atau ujian. Menurut Islam, kemenangan adalah memperoleh sesuatu hal yang tidak akan pernah dapat diberikan oleh siapa pun melainkan hanya Allah SWT, dalam hal ini maksudnya hidayah Allah SWT, sebagaimana firmanNya, “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”. (QS. Ali Imran : 60) 

Yang diperjuangkan Islam dalam kemenangan tegaknya sistem Islam adalah sistem yang adil yang menjamin hak-hak yang sama untuk setiap muslim atau warganya. Pemimpin yang berkuasa beserta seluruh anggota keluarganya, atau suatu kelompok tertentu dalam masyarakat, tidak diberi privilege apa pun, melebihi hak-hak setiap orang yang menjadi rakyat jelata. Kemenangan dalam Islam diharapkan memberi jaminan keadilan yang mutlak dalam hubungan antara warga warga Negara, antar golongan dan antara bangsa. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT, “Dan janganlah sampai kebencian suatu kaum terhadapmu menjadikan kamu bertindak tidak adil. Selalulah bertindak adil, karena hal itu lebih mendekati ketaqwaan”. (QS. Al Maidah : 8)

Islam mengatakan karakteristik orang yang akan meraih kemenangan yang hakiki itu, tidak hanya mendapatkan jabatan dalam kehidupan dunia, memenuhi hasrat nafsunya, namun sebenarnya mereka yang memperoleh kemenangan itu mereka yang memiliki keinginan, dan keberanian bertindak yakni : 1. Beriman kepada Allah SWT. Orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dengan keimanan yang kokoh; 2. Beramal saleh. Orang-orang yang dapat membuktikan keimanannya dengan amal saleh; 3. Mengikuti Rasulullah SAW. Baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya; 4. Menjauhi kemaksiatan. Orang-orang yang tidak bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan hanya taat kepada-Nya dan Rasul-Nya; 5. Benar dan jujur. Orang-orang yang jujur dan istikamah dalam kebenaran. Ketujuh, bertakwa; 6. Orang-orang yang takut akan azab hari kiamat. Maka, baginya akan mendapatkan rahmat-Nya dan dijauhkan dari azab neraka; 7. Bertakwa, yaitu orang-orang yang bertakwa kepada Allah, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; 8. Orang-orang yang beriman dan berjihad dengan harta dan jiwa; 9. Menjauhkan diri dari jalan dan tipu daya setan. Orang-orang yang tidak mau meng ikuti akan langkah-langkah setan; 10. Bersabar. Orang-orang yang mampu bersabar terhadap berbagai ejekan yang dialamatkan kepadanya.

Baca Juga:  Inkonsistensi Bantuan Sosial

Dalam sebuah hadis, Rasulullah pernah menyatakan sesuatu yang masih belum dimengerti sebagian sahabat, bahwa kemenangan Perang Badar, dengan segala kemegahan harta dan rampasan perang, itu baru sekadar kemenangan kecil-kecilan. “Lho? Kok kemenangan kecil-kecilan?” protes beberapa sahabat. “Karena kemenangan yang sebenarnya, ketika kalian sanggup menaklukkan hawa nafsu,” ujar Rasulullah.

Allah sangat mendukung setiap muslim yang berjuang ingin mendapatkan kemenangan dan berhasil terpilih menjadi pemimpin sebagaimana firmanNya, “Mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah, dan untuk kepentingan orang yang tertindas, laki-laki, wanita dan anak-anak yang berkata, “Hai Tuhan kami! Keluarkanlah kami dari negara yang penduduknya aniaya ini. Jadikanlah bagi kami seorang pemimpin dari sisi-Mu. Jadikanlah bagi kami seorang penolong dari sisi-Mu”. (QS. An Nisa : 75)

Iklan
Iklan