BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai 31 Januari 2024 terealisasi sebesar Rp358,95 miliar kepada 6.318 debitur, sehingga Kalimantan Selatan (Kalsel) menempati peringkat 15 se-Indonesia dalam hal realisasi penyaluran KUR.
“Nominal penyaluran tersebut mengalami pertumbuhan yang positif dengan persentase growth mencapai
2.837,89 persen dibandingkan periode Januari 2023,” papar Kepala Kanwil DJPb Provinsi
Kalimantan Selatan, Syafriadi pada acara Publikasi ALCo yang berlangsung di Aula Lantai II Kanwil DJPb Kalsel, Rabu (28/2/2024).
Ditambahkan dia, Kota/Kabupaten penyalur KUR tertinggi di bulan Januari
2024 adalah Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar.
“Kota Banjarmasin
merupakan kota dengan penyaluran KUR tertinggi per Januari tahun 2024 dengan nominal sebesar
Rp83,94 miliar yang disalurkan kepada 1.181 debitur. Capain tersebut meningkat 900 persen dibandingkan
periode Januari 2023,” ujarnya.
Menurut Syafriadi, BRI merupakan bank/LKBB penyalur dengan penyaluran KUR tertinggi per Januari
tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp257,48 miliar yang disalurkan kepada 5.392 debitur. Selanjutnya
adalah Bank Kalsel dan Bank Mandiri.
Selain itu, lanjut dia, penyaluran Ultra Mikro (UMi) Kalsel peringkat 13 se-Indonesia. Dimana penyaluran UMi sampai 31 Januari 2024 terealisasi sebesar Rp456 juta kepada 113 debitur.
“Nominal penyaluran tersebut mengalami kontraksi dengan persentase penurunan sebesar 52,96 persen
dibandingkan periode Januari 2023. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan kabupaten dengan penyaluran
pembiayaan UMi tertinggi per Januari tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp104 juta yang disalurkan
kepada 26 debitur,” ucapnya.
Dikatakan Syafriadi, capaian tersebut meningkat 33,33 persen dibandingkan periode Januari 2023. PT PNM
(Permodalan Nasional Madani) merupakan LKBB dengan penyaluran pembiayaan UMi tertinggi per
Januari tahun 2024 dengan nominal sebesar Rp456 juta kepada 113 debitur. (ful/KPO-3)















