Iklan
Iklan
Iklan
OPINI PUBLIK

KITAB PERMATA YANG INDAH

×

KITAB PERMATA YANG INDAH

Sebarkan artikel ini

Oleh : ANDI NURDIN LAMUDIN

KH Idham Chalid dalam pengantarnya mengatakan bahwa KH Haderanie, seorang yang aktif mengajar Ilmu Tauhid dan Tasawwuf di Kota Surabaya pernah bertemu beliau dan menyampaikan sebuah naskah salinan kitab Ad-Durun Nafis, yang dikarang Syekh M Nafis bin Husein Al-Banjary pada 1200 H di Mekkah dalam bahasa Melayu. Kemudian oleh KH Haderanie di-Indonesiakan, sehingga lebih mudah untuk difahami oleh generasi selanjutnya.

Android

Syekh Abdurrahman Shiddiq di Sapat Tembilahan, seorang ulama keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary, Kalampayan Martapura menulis tentang M Nafis pada bukunya yang berjudul “Amal Ma’rifat”. Bahwa M Nafis lahir di Banjarmasin dan tinggal di Mekkah, Syafi’ie mazhabnya, Asy’arie ikhtikadnya, Junaidi ikutannya, Qadariyah Thariqatnya, Syathariyah pakaiannya, Naqsyabandiyah amalannya, Khalwatiyah makanannya, Samaniyah minumannya.

Banyaknya aliran Thariqat yang masyhur sebagai pegangan beliau M Nafis, merupakan jaminan pada buku Ad-Durun Nafis untuk bisa menjadi pegangan sampai saat ini. Tentunya banyak hal yang bersamaan di dalam memahami Thariqat atau jalan. Dengan demikian, jalan untuk menuju Tuhan itu sangat beragam tergantung pengalaman dari pada pengarangnya pada sebuah buku yang ditulis. Jika sampai saat ini dapat dikatakan zaman IT, maka lebih banyak lagi terhubung dengan dunia IPA.

Bagi penulis, bahwa jalan Tauhid itu memang banyak persamaan dan keyakinan pada tiap orang. Hanya saja setelah Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad SAW, maka Tauhid telah dirumuskan dengan sempurna. Kemudian, jalan Tauhid yang dahulunya merupakan “dogma” yang kenyataannya bercampur dengan pemikiran manusia, hanyalah merupakan paksaan manusia yang tidak berdasar. Itu kenyataan pada “penyimpangan” pada mereka yang terdahulu sebelum datangnya Islam.

Dalam kitab itu, M Nafis menceritakan risalah awalnya untuk membuat Ad Durun Nafis, “Sungguh telah meminta kepadaku sebagian kawan-kawan.Semoga Allah bukakan hatiku dan hati mereka dengan Nur Musyahadah dan Irfan (pengenalan sempurna) agar saya menyusun sebuah risalah ringkas dengan bahasa Melayu yang baik agar dengan demikian dapat berguna untuk mereka yang belum mengerti bahasa Arab yang jelas. Bahwa dalam risalah ini, dijelaskan tentangke-Esaan Dzat, Sifat, Asma, dan Af’al Allah SWT. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan atau membersihkan syirik khafi, yang rasa riya dan ‘ujub (pamer dan megah diri) dari segala amal. Maka dimaksudkan juga ‘Ilmu Hakekat’ serta maqam (tingkatan) tentang ‘Musyahadah” (pandangan hati) mereka kepada Allah Yang Maha Mulia”.

Baca Juga:  Habisi Anak Karena Miskin, Bukti Kegagalan Sistem

Maka itu merupakan jawaban pada teman-teman yang mereka semoga dapat penjelasan ini, walaupun saya sebenarnya bukanlah ahlinya dalam hal pembahasan tersebut. Dengan demikian memohon Inayat (pertolongan) dan pegangan penuh kepadaNya untuk merealisasikan itu.

Iklan
Iklan