Jangan akibat ketidaktahuan masyarakat penyebarannya penyakit ini sampai meluas apalagi sampai mengakibatkan banyak korban meninggal
BANJARMASIN, KP – Pemko Banjarmasin diingatkan melalui instansi terkait diminta untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi penularan terhadap penyakit Hepatitis akut.
“Penyakit Hepatitis yang biasanya diderita anak ini harus diantisipasi dan diwaspadai agar tidak ada celah penularan penyakit yang kini sudah ditemukan di sejumlah negara termasuk Indonesia ini,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Mathari.
Terkait upaya antisipasi Mathari ketika diminta tanggapannya kepada {KP} Minggu (14/4/205) meminta SKPD terkait terutama Dinas Kesehatan memberikan edukasi, pemahaman serta pengetahuan soal penyakit Hepatitis Akut kepada masyarakat.
Dari edukasi itulah menurut anggota dewan dari F-PKS ini, minimal masyarakat akan mengetahui dalam pencegahan dan bagaimana cara pengobatannya penyakit tersebut.
“Jangan akibat ketidaktahuan masyarakat penyebarannya penyakit ini sampai meluas apalagi sampai mengakibatkan banyak korban meninggal,” kata Mathari mengingatkan.
Menurutnya, seringan apapun jenis penyakit harus tidak boleh dianggap ringan baik dari sisi jumlah penderita maupun bahaya yang diakibatkan.
Meski tidak mengetahui jumlah anak di Banjarmasin terkena penyakit tit, namun dari seluruh Indonesia kata Mathari dalam 2022 lalu dilaporkan kurang dari sepuluh anak meninggal karena diduga terjangkit oleh hepatitis akut.
” Karenanya sekali lagi dalam upaya mengantisipasinya keseriusan serta kesungguhan untuk pencegahan penyakit ini harus segera dilakukan. Pengalaman buruk di awal-awal serangan covid-19 harus kita dijadikan pembelajaran,” kata sekretaris komisi IV yang diantaranya membidangi masalah kesehatan ini.
Menurutnya, antisipasi juga harus dilakukan di sekolah. Mengingat pasca libur lebaran Hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah tahun ini sekolah mulai Selasa besok (16/4/2024) sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Mathari mengatakan, Kementerian Kesehatan sudah menyampaikan gejala yang mengarah terjangkit hepatitis akut. Diantaranya antara lain mengalami demam, diare, kulit dan mata berwarna kuning.
” Kalau ada gejala seperti itu segera ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan pertolongan,” katanya.
Diketahui, penyakit hepatitis akut dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB oleh WHO pada pertengahan April 2022. Tercatat sudah 170 negara dilaporkan ditemukan serangan penyakit itu termasuk Indonesia. (nid/K-3)















