Iklan
Iklan
Iklan
EKONOMIKALTENG

Ketua ASPEPORIN Keluhkan Anjloknya Harga Porang Saat Audensi ke Kepala TPHP Kalteng

×

Ketua ASPEPORIN Keluhkan Anjloknya Harga Porang Saat Audensi ke Kepala TPHP Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sunarti. (Kalimantanpost.com/Repro humaspemprovkalteng)

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sunarti menyambut kunjungan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Asuhan Pemberdayaan Porang Indonesia (ASPEPORIN) Kalimantan Tengah Mohamad Kariansyah bersama rombongan dalam rangka Rapat Audiensi Pengasuhan dan Pemberdayaan Porang mendukung Program Pembangunan Pertanian.

Ketua DPW ASPEPORIN Kalteng didampingi empat orang yakni tiga orang pelaku usaha budidaya tanaman porang dan satu orang investor porang dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan Audiensi dengan tim ASPEPORIN dipimpin Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah beserta Kepala Bidang Tanaman Pangan, Irpan Rianto di Ruang Meeting Kepala Dinas TPHP Kalteng, Senin (13/5/2024).

Kariansyah mengungkapkan beberapa realita yang berdampak kepada petani porang di Kalteng. Perkembangan harga jual umbi porang segar yang semakin anjlok selama tiga tahun terakhir ini menyebabkan ketidakpastian dalam pengembangan usaha para petani porang.

Kemudian, belum adanya pabrik pengolahan porang di wilayah Kalimantan sehingga menyebabkan masih mengandalkan penjualan porang ke luar Kalteng.

Diakuinya, kondisi itu mengakibatkan terjadinya overload supply, sehingga harga jual drastis menurun. Pengalaman petani porang yang mengirim produk ke luar Kalteng justru menanggung biaya operasional untuk transportasi yang lebih mahal dari harga jual porang yang diterima, menyebabkan kerugian yang besar.

“Masih ada petani porang yang belum memiliki Sertifikat Registrasi Kebun Lahan. Kami berharap Dinas TPHP Kalteng dapat memberikan arahan dan solusi untuk pembinaan petani porang di Kalimantan Tengah,“ ungkap Kariansyah.

Kepala Dinas TPHP menjelaskan pada tahun 2021 pengembangan budidaya porang di Indonesia berkembang pesat. Prospek agribisnis porang sebagai komoditas ekspor dengan nilai jual yang sangat tinggi menyebabkan meningkatnya jumlah para penggiat budidaya tanaman porang di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Tim Satgas dan TPID Diminta Terus Pantau Komoditas Penyebab Inflasi

“Tanaman porang merupakan komoditas baru dalam klasifikasi tanaman pertanian yang dapat memberikan nilai tambah yang baik, tidak hanya bagi perusahaan pengolah porang tetapi juga kepada para petani porang,” ujarnya.

Karakteristik tanaman porang yang toleran dengan naungan hingga 60 persen, dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl dan dapat dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain, merupakan keunggulan porang yang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

“Contohnya pada kawasan kebun sawit di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur,” bebernya.

Pada tahun 2022 Dinas TPHP Kalteng sudah melakukan pembinaan registrasi kebun/lahan usaha budidaya tanaman porang di beberapa petani porang dari Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berdasarkan hasil penilaian audit lapang, uji kesuburan dan kesesuaian lahan sesuai standar Good Agriculture Practice (budidaya yang baik), dua kelompok pelaku usaha di Kecamatan Cempaga Hulu dan Parenggean, telah menerima Sertifikat Registrasi Kebun/Lahan Porang.

Untuk mengatasi rendahnya nilai jual produk umbi segar, petani porang dapat meningkatkan nilai tambah dengan pengolahan porang dalam bentuk produk turunan lainnya, seperti olahan mie, baso, cendol porang atau bahan kosmetika.

“Sebagai bentuk kepedulian dalam program pembangunan pertanian yang berkolaborasi dengan pengelolaan budidaya tanaman hutan, kami siap melakukan MoU Kerja Sama dengan lembaga instansi Dinas Kehutanan Provinsi,” ungkapnya

Selanjutnya ia mempersilakan asosiasi melakukan penjajakan kerja sama dengan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) di masing-masing kabupaten.

“Semoga setiap usaha yang sudah bersinergi ini dapat menjadi awal kesuksesan petani porang Kalteng mengatasi gejolak harga hilirisasi yang fluktuatif,” tandas Sunarti.

Acara Audiensi tersebut dihadiri ASPEPORIN Kalteng, antara lain PT Cakra Anugerah Konjac, Bati-Bati, Kalimantan Selatan Suwito, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Muda Ita Susilawaty, serta Pengawas Mutu Hasil Pertama Sholeh Khamdani sekaligus sebagai tim pembina jaminan mutu komoditas tanaman pangan di Dinas TPHP Prov Kalteng. (drt/KPO-3)

Iklan
Iklan