Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Miliaran Proyek Bangunan Kos Berujung di Polda Merry tak Terima akan Lapor Balik

×

Miliaran Proyek Bangunan Kos Berujung di Polda Merry tak Terima akan Lapor Balik

Sebarkan artikel ini
TUNJUKAN -- Merry, pemilik kos tak terima akan lapor balik ke Polda Kalsel. Ia ketika menunjukan salah kondisi yang dibangun masih tak beres, Selasa (28/5) (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP -Masalah proyek bangunan kos-kosan tiga lantai dengan 15 pintu di Jalan Rambai Padi, Banjarmasin Timur, yang nerujung adanya pelaporan di Polda Kalsel.

Lntas Merry bereaksi kalau dirinya tak terima akan laporkan balik.

Bahkan kalau disebut-sebut dirinya melibatkan oknum Polisi, dibantahnya.

Ia mengaku hanya minta bantuan karena ada masalah bangunan miliknya yang tak beres, tapi terus didesak harus bayar sisanya ke kontraktor.

“Saya akan lapor balik, terlebih soal kerjaanya belum beres, malah meminta pembayaran.

Apa-apan ini,” ucapnya pada wartawan, Selasa (28/5).

Diketahui, salah satu pembayaran pekerjaan bangunan yang dipersoalkan kontraktor, Badri untuk kos tiga lantai di Jalan Rambai Padi ini.

Pekerjaan sesuai perjanjian tuntas pada akhir tahun 2023.

Benar saja lanjut Merry, namun masih sangat banyak pekerjaan yang belum terselesaikan.

Seperti knopi, perlengkapan kamar tidur, teralis, kitchen set.

“Bahkan lihat sendiri saja nih, banyak lagi yang belum selesai, apalagi pemasangannya banyak tak beres, seperi kamar mandi yang peralatannya tak terpasang semua serta ada plafon kamar yang jebol,” ucapnya.

Ia mengaku sudah cukup sabar dengan apa yang diminta Badri selama ini.

Disebut, dari perjanjian kerja awal pekerjaan disepakati dengan nilai kontrak Rp 1 miliar.

Namun, seiring berjalan nilai kontraknya menjadi Rp 1,7 miliar lebih.

ni juga saya sudah saya bayar semua, dan tinggal termin terakhir dengan nilai Rp 200 juta yang belum saya bayar, karena kondisi pekerjaan tak tuntas masa saya lunasai,” tegasnya.

Ditanya soal dilaporkan ke Polda Kalsel Polisi.

Merry mengaku tak tinggal diam, berencana melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.

“Gimana, harusnya saya dong yang dirugikan, malah saya yang dilaporkan, heran.

Baca Juga:  ZIS dan Pemberdayaan Ekonomi Ummat Bentuk Aplikasi Ideologi Pancasila

Dimana komdisinya tidak sesuai spesifikasi dan gambar yang disepakati.

Saya berencana laporkan dia (Badri, red) juga,” tambahnya.

Diketahui, Badri datang ke Polda Kalsel, pada Senin (27/5).

Ia tak hanya membuat laporan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel, tapi juga mendatangi Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel.

Ia mengaku ada intimidasi dari oknum Polisi dari Polresta Banjarmasin. Sisi lain dari versinya, kalau jasa bangunan dia kerjakan, yakni satu rumah tinggal dan satu unit kos-kosan yang sudah diselesaikannya tak kunjung dibayar.

Badri menyayangkan, saat pekerjaan, ada beberapa oknum anggota Polri yang datang tanpa surat tugas

Saya bingung juga, ini ada kontrak kerja. Saya hanya menagih hasil uang pekerjaan saya,” ujarnya.

Dia meyakini, oknum polisi yang datang tersebut dibawa oleh pemilik bangunan, yakni Merry.

“Saya sudah mengajak diskusi baik-baik, tapi bawa aparat yang bilangnya dari pihak ketiga. Jumlahnya tujuh orang,” tutur Badri

Kedatangan oknum sebutnya membuat fisik dan mental anak buahnya down.

Ia sebut, bangunan dikerjakan satu unit rumah tinggal dan satu unit kos-kosan yang sudah diselesaikannya.

Bangunan tersebut berada di Jalan A Yani Km 8 dan di Jalan Rambai Padi, Banjarmasin Timur. (K-2)

Iklan
Iklan