Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Penambangan Tanpa Izin Mengatasnamakan PT  BRH, Dihentikan Polda Kalsel dan Sita 500 Ton Batubara

×

Penambangan Tanpa Izin Mengatasnamakan PT  BRH, Dihentikan Polda Kalsel dan Sita 500 Ton Batubara

Sebarkan artikel ini

BANJARMASIN – Jajaran Dit Reskrimsus, dalam hal ini dari Subdit IV Tipidter temukan permambangan ilegal dengan menyita  500 ton batubara, alat berat serta barang bukti lainnya.

Batubara ilegal yang ditemukan di Desa Ida Manggala, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Iya kita lakukan  Patroli selama tiga pekan atas perintah langsung Pak Kapolda. Patroli kita wilayah Kabupaten Banjar, Tapin hingga Tabalong. Termasuk Tanah Laut sampai Kotabaru,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel, AKBP Tri Hambodo kepada wartawan, Jumat (17/5/2024).

“Dalam temuan Jumat (17/5/2024) dinihari, ada sejumlah orang diperiksa, dan kita juga sita alat berat seperti satu buah ekskavator, satu truk dan sebagian batubara di stockpile sebanyak 500 ton.

Tak menutup kemungkikan akan terus berkembang dari hasil temuan,” ujarnya saat itu didampingi Kasubdit IV Tipidter. AKBP Rikcy Boy, Panit Subdit IV, Ipda Rahmani.

“Pasti ada tersangkanya dan akan dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000.“Saat ini masih terus pemeriksan, termasuk para  saksi dan belum penetapan tersangka,” ujarnya lagi.

Dikatakan, di lokasi pertambangan piohak interogasi ada enam orang dan akan diperiksa lanjut. Diantaranya operator, sopir hingga pengawas.“Saat operasi, ditemukan beberapa orang sedang membuka lahan untuk mencari batubara,” katanya.

Pada saat diinterogasi, orangorang itu tak bisa menunjukkan surat izin. Dan diketahui kegiatan ilegal ini berada di luar wilayah IUP (Izin Usaha Pertambangan).

Sisi lain disebut modus operandi, dimna pelaku melakukan kegiatan penambangan tanpa izin mengatasnamakan perusahaan PT  BRH selaku Kontraktor PT. PSC, yang memiliki perizinan pertambangan.

Baca Juga:  Gema Maulid Hadirkan Ustadz Fikri HaikalPaman Birin : Bergembira Mensyukuri Nikmat Allah Swt

Namun faktanya kegiatan penambangan tersebut ditemukan oleh pihak petugas Subdit Tipidter Dit Reskrimsus Polda Kalsel berada di luar titik koordinat perizinan yang dimiliki. (KPO-2)

Iklan
Iklan