Iklan
Iklan
Iklan
OLAHRAGA

Tak Lirik Pemain Abroad Indonesia, Mampukah Como 1907 Bersaing di Seri A Italia atau Sekedar Numpang Lewat

×

Tak Lirik Pemain Abroad Indonesia, Mampukah Como 1907 Bersaing di Seri A Italia atau Sekedar Numpang Lewat

Sebarkan artikel ini
Pemain abroad Indonesia, Thom Haye yang bermain di Heerenveen Belanda dan Jay Idzes (baju hitam) di klub Venezia Seri B Italia. (Kalimantanpost.com/Instagram thomhaye dan jayidzes)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Sekarang ini cukup banyak pemain tim nasional (Timnas) Indonesia yang berkiprah kompetisi sepakbola belahan dunia.

Ada pemain keturunan seperti Sandy Walsh yang bermain di klub KV Mechelen Liga Belgia, Rafael Struick di ADO Den Haag Liga Belanda, Justin Hubner yang menperkuat Cerezo Osaka Jepang.

Lalu ada Jay Idzes di seri B Venezia FC Liga Italia, Shayne Pattynama di klub KAS Eupen Belgia, Ragnar Oratmangoen asal klub Fortuna Sittard Liga Belanda, Thom Haye di SC Heerenveen Liga Belanda, Ivar Jenner di Jong Utrecht Liga Belanda, Elkan Baggott di Ipswich Town Inggris, kiper Maarten Paes FC Dallas Amerika Serikat.

Ada pemain senior Jordi Amat yang pernah bermain di Liga Spanyol serta Liga Inggris dan saat ini memperkuat Johor Darul Takzim serta Calvin Verdonk yang akan dinatrulisasi.

Lalu ada pemain Indonesia lainnya, Asnawi Mangkualam di klub Port FC Thailand,
Pratama Arhan di Suwon FC Korea Selatan dan Marselino Ferdinan di klub KMSK Deinze Liga 2 Belgia.

Di antara pemain abroad Indonesia tersebut, hanya beberapa orang yang layak dicoba di promosikan membela klub Como yang musim depan bermain di Seri A Liga Italia.

Beberapa pemain abroad Indonesia yang cukup mumpuni itu yakni Jay Idzes (Venezia), Thom Haye (Heereveen), Ragnar Oratmangoen (Fortuna Sittard), Sandy Walsh (Mechelen) serta pemain muda Justin Hubner (Cerezo Osaka).

Secara kualitas, pemain tersebut cukup mumpuni walau pun untuk menembus pemain inti di Seri A harus berjuang ekstra keras.

Sayangnya, dari sekian banyak pemain abroad Indonesia tersebut, klub Como 1907 yang dimiliki pengusaha Indonesia Bambang Hartono dan Robert Hartono tak kepicut sama sekali. Bahkan dengan gamblang ‘menolak’ mentah-mentah pemain Timnas Indonesia.

Baca Juga:  Festival Sepak Bola U-12 Paman Birin Cup, Jaring Bibit dan Bakat Sejak Dini

Seperti diungkapkan perwakilan Pemilik Como 1907 Mirwan Suwarso yabf menilai, Thom Haye tidak memenuhi standar klub untuk mengarungi Serie A musim depan.

“Tidak mungkin merekrut Thom Haye. Kami sudah melihat dia dan tidak memenuhi standar untuk mengangkat tim. Jadi pelapis mungkin bisa, tapi pelapis ketiga,” paparnya

Ditambahkan Mirwan, Thom Haye lebih cocok bermain di Serie B. Tapi untuk ke Serie A belum tentu, jadi kami belum berani. Venezia juga akan melakukan hal serupa jika lolos ke Serie A tentu mencari pemain baru juga. Kalau tidak mereka bisa turun lagi ke Serie B.

“Tapi kami masih kekurangan pemain nomor 8 dan 10 yang harus dinamis serta agresif. Sedangkan Thom sendiri bukan tipe seperti itu karena kami butuh permainan pressing. Thom tipe pemain quarterback dengan umpan akurat dari belakang, bukan tipe pemain pressing. Jadi secara sistem tidak sesuai dengan permainan kami,” tegasnya.

Thom Haye sendiri merupakan ‘terbaik’ Indonesia saat ini dan mendapat gelar ‘profesor’ di Liga Belanda.

Setelah tak kepincut pemain abroad Indonesia, apakah Como 1907 akan merekrut pemain kelas dunia atau pemain biasa yang beredar di Liga Seri A lainnya?

Terlepas tak diliriknya pemain Garuda, bagi pecinta sepakbola Tanah Air sedikit gembira ada klub milik orang Indonesia berkiprah di Seri A yakni Bambang Hartono dan Robert Hartono.

Kedua orang ini merupakan asal Kudus Jawa Tengah. Hartono bersaudara yang pemilik Djarum Group itu
membeli Como 1907 pada tahun 2019 saat klub itu compang-camping terlilit hutang. Akibatnya Como turun ke Serie D, level paling bawah Liga Italia.

Kedua pengusaha Indonesia ini pun menebus dengan harga, jika dikonversi hanya Rp 5 miliar. Begitu kata Mirwan Suwarso dari Mola TV yang berada di bawah Grup Djarum beberapa tahun lalu.

Baca Juga:  Ketua Allstars Kalsel Masuk kabinet KONI

Harga tersebut lebih murah dibanding dengan membeli klub Liga di Indonesia saat itu saat itu yang bisa puluhan milyar rupiah.

Sejak diakuisisi Hartono, Como pun promosi ke Serie C. Lalu ke Serie B pada musim 2023/2024 ini. Dan hasil pada Sabtu dini hari tadi memastikan Como 1907 si klub kasta rendah kini sudah berada di kasta tertinggi Serie A Italia.

Hanya dalam tempo 5 tahun dipegang Hartono, Como berhasil diubah dari klub tak berfungsi menjadi partisipan Serie A 2024-2025.

Lalu berapa harga Klub Como 1907 sekarang setelah promosi ke Serie A Liga Italia?

Melansir Transfermarkt, nilai Como 1907 saat ini mencapai 40,2 juta Euro. Jiak dikonversi setara dengan Rp 696.301.657.350 atau 696 miliar rupiah. Naik lebih dari 100 kali dibanding saat beli.

Nah, cukup menarik disimak apakah tanpa mengambil pemain abroad Indonesia, Como bersaing dengan klub papan atas Italia seperti Inter Milan, AC Milan, Juventus dan lain-lain atau hanya sekedar numpang lewat? (ful/KPO-3)

Iklan
Iklan