Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Bertambah Jadi 9, Satu Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Meninggal di Pesawat

×

Bertambah Jadi 9, Satu Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Meninggal di Pesawat

Sebarkan artikel ini
Jenazah jemaah haji yang wafat di pesawat dimasukkan ke mobil ambulance. (Kalimantanpost.com/Repro Humaskemenagkalsel)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Banjar yang tergabung dalam kloter empat Debarkasi Banjarmasin, wafat saat dalam penerbangan pulang menuju bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru, pada Kamis (27/6/2024)

Almarhumah bernama Nur Ainah binti Saleh Indar (56 th) wafat pada pukul 02.20 UTC dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 8204. Jenazah almarhumah mendarat di bandara Syamsuddin Noor pada pukul 17.19 WITA bersamaan dengan 320 jemaah haji kloter empat asal provinsi Kalimantan Tengah.

Setibanya di bandara Syamsuddin Noor, jenazah diturunkan dari pesawat lebih dulu dari jemaah haji yang lainnya oleh tim bidang kesehatan PPIH Debarkasi Banjarmasin, yang sebelumnya telah siap siaga menunggu dengan mobil ambulance untuk selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Ratu Jaleha Kabupaten Banjar, untuk mendapatkan visum.

Selain para petugas, jenazah juga disambut pihak keluarga yang sebelumnya telah dikonfirmasi pihak PPIH Debarkasi Banjarmasin, untuk turut serta menjemput kedatangan jenazah.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, selaku ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah haji tersebut.

“Begitu mendengar kabar ada jemaah haji kita yang wafat di pesawat saya langsung instruksikan kepada PPIH Debarkasi Banjarmasin agar segera menyiapkan teknis penjemputan dan mengkonfirmasi kepada pihak keluarga almarhumah,” katanya.

Tambrin juga meminta kepada jajaran Kemenag tempat tinggal jemaah yang meninggal, agar dapat melakukan takziyah lebih awal dan menyiapkan penyambutan jenazah di rumah duka, sampai pelaksanaan sholat kifayah dan menghadiri pemakaman.

Selanjutnya, terkait kronologis wafatnya almarhumah, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak dokter kloter yang mendampingi jemaah haji.

“Untuk saat ini, kami mengajak kepada kita semua agar mendokan almarhumah dan juga kepada seluruh jemaah kita yang telah wafat sebagai syuhada haji agar mendapatkan rahmat dan ampunan serta tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” katanya.

Baca Juga:  Tanamkan Kecintaan Membaca Lewat Dongeng

Diketahui, saat fase pemberangkatan dari Embarkasi Banjarmasin, almarhumah Nur Ainah tergabung dalam kloter satu, namun dikarenakan sakit pasca operasi kanker rahim, maka akhirnya ditunda keberangkatannya dan dirawat di RS Ratu Jaleha.

Kemudian setelah beberapa hari perawatan beliau dinyatakan membaik dan direkomendasikan layak terbang oleh pihak kesehatan, dan akhirnya dapat diberangkatkan dalam kloter empat bersama dengan jemaah haji dari Kalteng.

Dengan wafatnya jemaah haji kloter empat tersebut hingga saat ini, jumlah keseluruhan jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang wafat bertambah menjadi sembilan orang.(nau/KPO-3)

Data Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Yang Wafat

  1. Sirun Mucheri Sarkawi (79 thn) Kloter 7 Barito Selatan – Kalteng, Wafat pada Sabtu 8 Juni 2024 di RS Mekah, Pukul 13:14 WAS, Penyebab, (Infeksi Paru dan Gangguan Jantung).
  2. Hidayatussibyan (50 thn) Kloter 18 Tabalong – Kalsel, Wafat Pada Jumat 14 Juni 2024, di RS Arafah, Pukul 18:15 WAS, Penyebab (Syok Kardiogenic, Heart Failure, Hipertensi, DM Non Insuli)
  3. H. Supian Suri Syarkawi (57 thn) Kloter 14 Hulu Sungai Selatan – Kalsel, Wafat Pada Minggu 16 Juni 2024 di Mina, Pukul 06.00 WAS, Penyebab (Cardiac Arrest).
  4. Restina Ahmadsyah Aun (57th) kloter 15 Tapin – Kalsel. Wafat pada Senin,17 Juni 2024 di Mina, pukul 11.30 WAS, Penyebab shock cardiogenic
  5. Sumiyati Muhayyan Ihsan (72 th) Kloter 11 Tanah Laut – Kalsel, Wafat pada Sabtu, 22 Juni 2024 di RS. King Abdullah Mekah, pukul 17:12 WAS, Penyebab shock cardiogenic
  6. Hj Raudah Amit Mansyur (72Th) Kloter 19 Tabalong – Kalsel, Wafat 23 Juni 2024 , di Mekah/Hotel, pukul 06:45 WAS penyebab Syok Hipovolemik/Hipoglikemi/COPD/
  7. Hj. Norbuati Tarmiji Masaid (52 th) Kloter 17 Balangan – Kalsel, Wafat 25 Juni 2024, di RS King Abdul Aziz Mekah, pukul 04.10 WAS, Penyebab (Acute Coronary Syndrome)
  8. H. ABU BAKAR TUHALUS (71 thn) Kloter 16 dari Tapin – Kalsel, Wafat 27 Juni 2024, di RS Saudi Germani Jeddah, Pukul, 06.00 WAS, Penyebab Syok Sepsis, pneumonia
  9. Hj. NUR AINAH SALEH INDAR (56 th) Kloter 4 dari Banjar – Kalsel, Wafat 27 Juni 2924, di Penerbangan menuju Banjarmasin,
Baca Juga:  Delapan Kecamatan di HSS Miliki Ketua PKK Baru

Iklan
Iklan