Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Gandeng Kemitraan Infrastruktur Australia-Indonesia, Pemko Banjarmasin Gelar Kajian Strategis Pengelolaan Sanitasi

×

Gandeng Kemitraan Infrastruktur Australia-Indonesia, Pemko Banjarmasin Gelar Kajian Strategis Pengelolaan Sanitasi

Sebarkan artikel ini
Lokakarya - Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman membuka kegiatan Lokakarya Penyusunan Visi Strategis Air Limbah Domestik Banjarmasin untuk 5 tahun ke depan, terpusat di Fugo Hotel Banjarmasin. (KP/DISKOMINFOTIK)

Banjarmasin, KP – Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman membuka kegiatan Lokakarya Penyusunan Visi Strategis Air Limbah Domestik Banjarmasin untuk 5 tahun ke depan, terpusat di Fugo Hotel Banjarmasin.

Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan strategi terhadap akses capaian sanitasi layak dan aman di kota Banjarmasin melalui dukungan program Sanitation Infrastructure and Institutional Support (SIIP) bersama Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).

Yang mana kota Banjarmasin masuk dalam lima Kabupaten/Kota Piloting pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program itu bersama Banda Aceh, Cirebon, Kota Padang, dan Kabupaten Gorontalo didampingi Tim ISC-SIIP selaku fasilitator.

Disampaikan Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, program ini penting bagi peningkatan optimalisasi sanitasi air limbah di kota berjuluk Seribu Sungai. Terlebih, ujarnya target capaian sanitasi aman itu juga tertuang dalam RPJMD kota Banjarmasin tahun 2021-2026.

“Saat ini kita punya instalasi pengolahan lumpur tinja di Basirih, lalu pengolahan instalasi air limbah di Sungai Andai, HKSN dan Pekapuran di bawah Perumda PALD, termasuk IPAL komunal yang dikelola masyarakat,” ucapnya disela-sela arahan, Selasa (11/6).

Ia menyebut, seluruh ide-ide atau gagasan yang muncul dalam lokakarya tersebut diharapkan bisa dikaji dan dirumuskan sebagai bahan perencanaan strategis akses sanitasi yang aman bagi masyarakat.

“Seperti kita tahu kondisi lingkungan kita, tanah kita itu memang memerlukan sebuah sistem yang bagus, kemudian juga terkait sarana prasarana, hubungan infrastruktur yang kita miliki saat ini sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya partisipasi serta kolaborasi berbagai stakeholder tak terkecuali lapisan masyarakat dalam menangani persoalan sanitasi.”Termasuk partisipasi dan kesadaran masyarakat soal pentingnya membersamai pengelolaan air limbah,” ujar dia.

“Sehingga kemudian gagasan yang muncul, masukan yang muncul ini bisa menjadi langkah pemikiran kita ke depan terhadap pengelolaan air limbah dan sanitasi,” tandasnya. (nau/K-3)

Iklan
Baca Juga:  Dinilai Mal-administrasi, Ombudsmas Serahkan Dua LAHP ke Pemko Banjarmasin
Iklan