Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Orang Tua Wajib Melanjutkan Pendidikan Anak

×

Orang Tua Wajib Melanjutkan Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini
HM Yamin

Orang tua di Kota Banjarmasin wajib untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang lebih tinggi, bahkan terancam sanksi jika membiarkan anak putus sekolah.

BANJARMASIN, KP – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin HM Yamin menyatakan keprihatinannya masih adanya anak yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.

Menyikapi masalah pendidikan itu, Yamin mengingatkan orang tua, agar selalu berupaya dengan keinginan kuat untuk menyekolahkan anaknya hingga ke semua jenjang pendidikan.

Hal itu dikatakan HM Yamin kepada {KP}, Jumat (7/6/2024), menyikapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

Ditandaskannya, sudah menjadi tanggung jawab setiap orang tua menyekolahkan dan memberikan pendidikan sebaik-baiknya kepada anak. Jika tidak, maka bagi orang tua yang mengabaikan pendidikan anaknya dapat dikenakan sanksi pidana.

“Ketentuan itu sebagaimana diamanatkan dalam Perda Kota Banjarmasin Nomor 33 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan,” ungkap unsur pimpinan dewan dari Partai Gerindra ini.

Dijelaskan, Perda baru hasil revisi Perda sebelumnya diterbitkan itu, bertujuan untuk menjamin pendidikan setiap anak agar mereka tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Dalam Perda ini dapat dikenakan sanksi bagi orang tua yang tidak menyekolahkan atau dengan sengaja membiarkan anaknya putus sekolah,” katanya.

Menurutnya, apapun alasannya seorang anak tidak boleh putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan. Tak terkecuali alasan miskin atau tidak mampu.

Masalahnya, karena hak untuk mendapatkan pendidikan sudah dijamin oleh pemerintah dengan diberikannya sejumlah bantuan operasional.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan anak merupakan sesuatu yang mutlak dilaksanakan demi untuk menatap masa depan anak itu sendiri.

Dikemukakan, untuk menghindari anak putus sekolah dan dalam mengupayakan mencerdaskan generasi penerus bangsa ini, pemerintah pusat maupun daerah telah mengeluarkan sejumlah regulasi dan program.

Salah satunya, Program Indonesia Pintar (PIP) dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 10 tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga:  Wakil Wali H Arifin Noor Tampil di Seminar Indonesia Craft Congress

Dijelaskan, PIP adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Sesuai ketentuan itu ia menegaskan, dana PIP digunakan peserta didik untuk membantu biaya pribadinya, seperti membeli perlengkapan sekolah atau mengikuti kursus, uang saku, keperluan biaya transportasi, biaya praktek tambahan, serta biaya uji kompetensi.

Dikatakan, pemerintah berharap dengan hadirnya PIP tidak ada lagi siswa yang putus sekolah serta dapat menarik kembali siswa yang sebelumnya putus sekolah hanya alasan tidak ada biaya. (nid/K-7)

Iklan
Iklan