Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
ADVETORIALBANUA KITAPEMKAB TabalongTabalong

Prevalensi Stunting, Hasil Kerja Keras Semua Pihak

×

Prevalensi Stunting, Hasil Kerja Keras Semua Pihak

Sebarkan artikel ini
PAPARAN - Disampaikan Rusmadi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB) Kabupaten Tabalong. (ISTIMEWA)

Tanjung, KP – Berhasilnya Pemerintah Daerah melakukan penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong tak lepas dari hasil kerja keras dan sinergi semua pihak yang terlibat.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Arianto, yang membacakan sambutan Penjabat (Pj) Bupati Tabalong di acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di Hotel Aston Tanjung, belum lama tadi.

Dijelaskan Arianto, bahwa penurunan angka prevalensi stunting tak lepas dari hasil kerja keras dan sinergi semua pihak yang terlibat. “Meskipun Kabupaten Tabalong telah mencapai angka prevalensi stunting yang cukup baik dan puncaknya pada tahun 2023 TPPS Tabalong meraih penghargaan Terbaik Kinerja Konvergensi Ke- 1 se Provinsi Kalsel, kita tidak boleh berpuas diri, dan selalu meningkatkannya lagi,” ujarnya.

“Kita tidak boleh berpuas diri, dengan target nasional bahwa pada tahun 2024 prevalensi stunting harus berada di bawah 14%, kita perlu bekerja lebih giat dan lebih keras lagi, saya menginstruksikan seluruh komponen TPPS, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan, untuk tetap aktif dan berkontribusi dalam upaya ini,” jelas Kepala Bappedalitbang Tabalong Arianto.

Sebelumnya, di acara yang sama Kepala Badan Permberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (BP3AKB) Kabupaten Tabalong H Rusmadi, mengatakan bahwa stunting merupakan bagian dari The Double Burden of Malnutrition (DBM) yang menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. “DBM mencerminkan adanya beban gizi ganda, bersama oleh karena itu, penurunan prevalensi stunting telah masuk sebagai salah satu program prioritas nasional yang harus kita realisasikan bersama,” ujarnya.

“Berdasarkan hasil survei nasional, Kabupaten Tabalong telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam menurunkan prevalensi stunting. Tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong sebesar 28,2 persen, angka ini berhasil turun menjadi 19,7 persen pada SSGI Tahun 2022 dan terakhir, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensinya mencapai 18,1 persen,” demikian papar Rusmadi. (ros/K-6)

Iklan
Baca Juga:  Tanbu Miliki Pusat Sarana Informasi Baru Terintegrasi
Iklan