Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HUKUM & PERISTIWA

Ini Pesan Almarhum AHM Sebelum Terjun dari Tower BTS Batu Benawa Banjarmasin

×

Ini Pesan Almarhum AHM Sebelum Terjun dari Tower BTS Batu Benawa Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
Sebelum nekad terjun dari towe BTS, AHN sempat meninggalkan tulisan di handphone dan dibuat wallpare. (Kalimantanpost.com/fik)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Warga di Jalan Batu Benawa Banjarmasin dibuat geger dengan aksi M AHN (19) yang nekad terjun dari tower BTS di belakang Posko BPK Benawa Banjarmasin Tengah, Rabu (10/7/2024) siang.

Akibat ulah nekad warga yang tinggal di Jalan Pembangunan Banjarmasin itu, tubuhnya sempat tergeletak berada di luar area pagar tower BTS. Kondisi pemuda tersebut dalam keadaan kritis sehingga warga setempat langsung mengevakuasi ke RS TPT Banjarmasin, yang kemudian dirujuk kembali ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Namun, akibat luka dalam cukup parah, nyawa AHM sudah tidak bisa tertolong lagi.

Sebelum nekad terjun dari tower BTS, AHN sempat meninggalkan tulisan di handphone dan dibuat wallpaper. Hal ini diperlihatkan kakak korban, Sandi (38) dan kakak iparnya Sada (36).

“Kami memastikan aksi nekad terjun dari tower BTS tersebut bukan akibat mabuk kecubung atau sejenisnya. Kami menduga saudara kami itu memiliki permasalahan yang sulit diungkapkan, mengingat dia memiliki kepribadian yang tertutup,” ujar Sandi.

Ditambahkannya, hal itu diperkuat dengan sejumlah bukti yang mengarah bahwa adiknya memang murni melakukan bunuh diri.

“Ada bukti adik saya menulis sebuah catatan tentang kehidupannya dan itu dia jadikan sebagai wallpaper di handphonenya,” timpal Sada sembari memperlihatkan catatan yang dibuat saudaranya di handphone.

“Apa yang ada setelah kematian? Kupikir sudah cukup untuk saat ini. Menyenangkan,” tulisnya.

“Kenapa? Nggak Ada, hanya penasaran. Bersekolah? Bekerja? Sudah kujalani semua itu menyenangkan. Hanya tidak tahu apa arti hidup untuk selanjutnya. Sudah cukup, kupikir sudah cukup. Maaf,” sebut MAH dalam tulisan yang dipasang di wallpaper handphone.

Ditanya kapan mengetahui adiknya bunuh diri, keduanya menceritakan tidak mengetahui korban keluar dari rumah.

Baca Juga:  Sungguh Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung

“Kebetulan pagi itu ibu tiba-tiba datang sekitar jam tujuh ke rumah mau menjenguk adik. Mungkin ada perasaan apa. Ibu mencari, tetapi saat dicek kamarnya tidak ada,” ceritanya.

Di rumah, lanjut dia, hanya ada tas, Hp, power bank. “Ibu keliling sekitar kampung mencari, tetapi tidak ditemukan dan satu jam kemudian dapat kabar kalau ditemukan usai terjun dari tower,” tandas Sada.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah, Kompol Eka Saprianto, SE, SIK, MM, melalui Kanit Reskrim, Iptu Hendra Agustian Ginting, SE, MM, saat ditanya bahwa korban murni melakukan terjun bebas dan pihak keluarga sudah merelakan kematian serta membuat pernyataan. (fik/KPO-3)

Iklan
Iklan