Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Kasus DBD Muncul di Kuripan Banjarmasin Timur, Petugas Puskesmas Fogging

×

Kasus DBD Muncul di Kuripan Banjarmasin Timur, Petugas Puskesmas Fogging

Sebarkan artikel ini
FOGGING- Inilah salah satu kegiatan Fogging yang sedang dilaksanakn pasa temuan DB yang positip. (KP/Akli)

Banjarmasin, KP – Beberapa bulan ini selain wilayah Banjarmasin Utara, Barat, yang jadi perhatian munculnya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue), kini wilayah Banjarmasin Timur mulai muncul.

Bahkan sebelumya beberapa sekolah di wilayah Banjarmasin Timur dilakukan fogging atau penyemprotan asap pembasmi sarang nyamuk aedes aegypti, kini menyasar ke rumah penduduk.

Seperti halnya dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin Timur, Senin (1/7/2024) setelah mendapat laporan ada warga yang terkena DBD, cepat melakukan penyemprotan.

Dan sebelum dilakukan penyemprotan, oleh petugas dilakukan survei lokasi yang terkena DBD.

Meski tak mesti awal gigitan nyamuk aedes aegypti itu dari tempat tinggal sendiri.

“Setidaknya dari lokasi terlebih dulu dilakukan penyemprotan, karena bisa saja di sini,” ucap seorang petugas.

Dari lokasi, petugas kesehatan ketika penyemprotan beberapa buah rumah tak jauh dari lokasi ada laporan yang terkena DBD, ini turut dipantau Ketua RT 08 Komplek Cempaka Putih, Kelurahan Kuripan, Syaiful.

“Seharusnya memang cepat diatasii jika ada warga kita melapor terkena DBD,” ucap Syaiful.

Untuk kasus DBD ini sendiri sejak Februari 2024 di di Banjaramsin dilaporkan meningkat 100 persen atau menjadi 17 kasus dan Pemerintah Kota Banjarmasin, meningkatkan kewaspadaan.

Semua itu tersebar di Puskesmas Sungai Jingah, Alalak Tengah, Pelambuan, Beruntung Raya, Sungai Andai, Teluk Tiram dan Terminal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tabiun Huda, sebelumnya mengatakan, terbanyak terdeteksi kasus DBD di Banjarmasin Utara.

Agar tidak terjadi peningkatan kasus dan menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB), pihaknya melakukan tindak pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk yang sudah dilakukan sesuai surat edaran wali kota.

“Dengan 3 M plus yaitu mengubur, menguras dan menutup kaleng.

Baca Juga:  Ngakunya Nurut, Ternyata Masih Ngeyel

Dan memakai kelambu atau antinyamuk supaya tidak tergigit nyamuk,” ujarnya lagi.

Dia mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, jika ada keluarga mengalami demam tinggi seperti terkena demam berdarah, segera bawa ke rumah sakit.

“Jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Kasus DBD untuk tingkat Provinsi Kalsel sendiri dari data pada Januari 2024, sudah cukup tinggi, angkanya di atas 1.000 orang terinfeksi virus nyamuk aedes aegypti, bahkan dengan kasus kematian 20 orang.

Kasus tertinggi DBD di Kalsel terjadi di Kabupaten Banjar sebanyak 222 kasus, kemudian Hulu Sungai Tengah sebanyak 155 kasus dan Kabupaten Tanah Laut sebanyak 148 kasus. (K-2)

Iklan
Iklan