Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hulu Sungai Tengah

Warga Kusta Terjadi di HST, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada dan Skrining

×

Warga Kusta Terjadi di HST, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada dan Skrining

Sebarkan artikel ini
IMG 20240801 WA0033 e1722491457877
Penyakit kusta pada tangan. (Kalimantanpost.com/Kemenkes RI)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dikhawatirkan dengan penyakit kusta yang diderita oleh delapan warga di empat kecamatan yakni Kecamatan Pandawan, Batang Alai Selatan, Labuan Amas Utara dan Haruyan.

Diketahui jika sebaran penderita kusta dalam perawatan dari Puskesmas Kambat dan Puskesmas Pandawan Kecamatan Pandawan masing-masing satu orang, Puskesmas Birayang Kecamatan Batang Alai Selatan satu orang, Puskesmas Sungai Buluh Kecamatan Labuan Amas Utara dua orang dan tiga orang di Puskesmas Haruyan Kecamatan Haruyan.

Kalimantan Post

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HST, dr Desfi Delfiana Fahmi menjelaskan jika penyakit kusta bukanlah sebuah ancaman apalagi penyakit yang berasal dari keturunan, kutukan, guna-guna ataupun dosa.
“Penularan kusta melalui percikan cairan saluran pernapasan atau droplet yang terhirup selama kontak dekat dan sering dengan penderita yang belum diobati,” katanya.
Penyakit kusta sendiri dapat dicegah melalui pola hidup bersih seperti menjaga kebersihan diri, terutama bagian kulit, makan-makanan bergizi. Selain itu, kusta juga dapat dicegah dengan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah dan melakukan pola hidup sehat.

Sebagai upaya pencegahan dr Desfi mengimbau masyarakat untuk skrining di fasilitas kesehatan terdekat jika ada teman atau keluarga yang terindikasi kusta, maka segera melakukan skrining di fasilitas kesehatan terdekat.

“Dan segeralah berobat sampai tuntas apabila terdiagnosis agar menghindari kecacatan permanen,” tambahnya.
Desfi juga agar tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta, jika ada yang terkena segera obati, sembuhkan dengan berperilaku hidup sehat. Perlu diketahui jika jika penyakit ini memerlukan waktu inkubasi yang cukup lama, antara 40 hari sampai 40 tahun. Rata-rata seseorang yang terserang bakteri ini membutuhkan 3-5 tahun setelah tertular sampai timbulnya gejala. (adv/dev/KPO-3)

Baca Juga :  Bupati HST Ungkapkan Pentingnya Peran Generasi Muda Sebagai Motor Pembangunan
Iklan
Iklan