KOTA SENTANI, Kalimantanpost.com – Klub asal Kalimantan Selatan (Kalsel), Fafage Banua secara mengejutkan ditumbangkan Unggul FC Malang dengan skor telak 1-7 dipertandingan penutup Seri ke-10 Jayapura dalam lanjutan Pro Futsal League (PFL) musim 2025/2026 yang berlangsung di Istora Papua Bangkit, Kota Sentani, Minggu (26/4/2026) malam.
Walau pun menderita kekalahan, posisi Fafage Banua tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara PFL dengan poin 42 poin dari 17 kali main, 14 kali menang dan tiga kali kalah.
Namun, saingannya di peringkat kedua, Blacksteel FC Papua semakin mendekat terpaut tiga angka, 42 poin dari 17 kali main dan Pangsuma FC Kalbar di posisi ketiga dengan 36 poin dengan 15 kali main.
Dikutip Media Centre KFI, sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh Wasit Utama Wahyu Wicaksono, Unggul FC yang diarsiteki oleh pelatih Andre Luis Brocanelo Coutinho langsung tampil menggebrak pertahanan lawan.
Andres Dwi Persada Putra sukses mengejutkan Fafage Banua lewat gol cepatnya saat laga baru berjalan dua menit. Skuad Fafage Banua asuhan pelatih Deny Handoyo sempat memberikan respons dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Al Fajri Zikri pada menit ke-11.
Namun, Andres Dwi kembali mencatatkan namanya di papan skor semenit kemudian, memastikan Unggul FC menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-1.
Memasuki babak kedua, Unggul FC tampil kesetanan dan tak terbendung dengan memberondong gawang Fafage Banua dengan lima gol tambahan.
Anton Cahyo Nugroho memperlebar jarak pada menit ke-21, disusul oleh gol dari sang kapten Ikhsani Fajar pada menit ke-29. Wais Alkarni turut menyumbangkan gol di menit ke-31.
Bintang lapangan pada laga ini, Andres Dwi Persada Putra, menyempurnakan penampilannya dengan mencetak quattrick (empat gol) lewat tambahan dua gol beruntun di menit ke-34 dan 35. Pesta gol Unggul FC akhirnya ditutup oleh Abdussalam pada menit ke-38 yang mengunci skor akhir menjadi 7-1.
Kemenangan fenomenal ini memberikan tambahan tiga poin yang sangat berharga bagi Unggul FC untuk terus memberikan ancaman nyata dalam perebutan tiket Final Four.
Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi alarm peringatan bagi Fafage Banua meskipun mereka masih berstatus sebagai penguasa klasemen sementara. (ful/KPO-3)















