Banjarbaru, KP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama pihak lain terus melakukan penanaman pohon, sebagai salah satu upaya melakukan rehabilitasi hutan yang luasnya mencapai 100 ribu hektare.
“Kita harus terus bekerja dalam penanaman pohon, karena menanam pohon menjadi sedekah bagi lingkungan dan kehidupan umat manusia,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel Galuh Tantri Narindra pada kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-43 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Senin (11/5).
Menurutnya, kondisi kerusakan hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih cukup luas dan memerlukan percepatan rehabilitasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan tersebut, kerusakan hutan dan lahan di Banua mencapai sekitar 500 ribu hektare, sementara rehabilitasi yang telah dilakukan baru mencapai sekitar 100 ribu hektare.
Pemprov Kalsel mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penghijauan dan rehabilitasi hutan melalui gerakan penanaman pohon yang berkelanjutan.
Galuh Tantri Narindra menyampaikan apresiasi kepada BPKP Perwakilan Kalsel atas pelaksanaan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, kami mengucapkan terima kasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi atas pelaksanaan penanaman pohon.
Ini merupakan komitmen nyata untuk penghijauan, dukungan pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Gerakan penanaman pohon perlu terus diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, baik lembaga maupun masyarakat secara perorangan, agar upaya penghijauan di Banua dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ia berharap aksi penanaman pohon tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama sekaligus mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon di lingkungan masing-masing. (ant/K-2)















