RIBUAN jemaah memadati Masjid Agung Al Falah Jalan Kodeco Gunung Antasari, Simpang Empat Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (9/5) malam.
Itu kaitan Tabliqh Akbar haul ke-6 H. Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu yang merupakan ayahanda dari Pimpinan Perusahaan Jhonlin Group, H Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi H. Muhammad Syarifuddin hadir serta membaur dengan para jemaah ini.
Kehadiran Sekdaprov Kalsel merupakan bentuk penghormatan dari Pemerintah Provinsi Kalsel sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi dengan para ulama, tokoh masyarakat, dan jemaah yang berhadir.
Andi Muhammad Rusli mewakili keluarga besar almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu menyampaikan terimakasih kepada seluruh jemaah yang hadir dalam kegiatan haul almarhum.
Andi Muhammad Rusli mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya haul yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan bersama para alim ulama, habaib, tokoh agama dan masyarakat.
Rusli juga menyampaikan apresiasi kepada Das’ad Latif serta Guru Fahmi yang hadir memberikan tausiah dan syair islami kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi almarhum serta membawa berkah dan memperkuat keimanan kita semua,” ujarnya.
Pembuka Tabligh Akbar penampilan Grup Maulid Habibi Huwa Sekumpul Martapura.
Diketahui, almarhum H. Andi Arsyad bin Conding meninggal dunia pada usia 73 tahun di Rumah Sakit Marina Permata Tanah Bumbu pada Selasa (14/7/2020) sekitar pukul 15.50 Wita.
Jenazah dimakamkan pada Rabu (15/7/2020) di alkah keluarga di belakang Kantor Pengadilan Negeri Tanah Bumbu.
Saat itu, di panggung simbolis ukhuwah Islamiyah, mempertemukan jajaran menteri, tokoh nasional, hingga deretan kepala daerah dari berbagai kabupaten di Kalsel.
Haul ini juga menjadi pertemuan para pemimpin daerah.
Kesempatan yang sama, dalam tausiahnya Ustaz Das’ad Latif mengingatkan jamaah tentang kepastian datangnya kematian.
Ustadz menegaskan bahwa setiap manusia tidak akan pernah bisa menghindari ajal yang telah ditetapkan Allah SWT.
Ustadz mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 185, “Kullu nafsin dzaiqatul maut” yang berarti “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
“Tidak ada satu pun manusia yang bisa lari dari kematian.
Cepat atau lambat, semua akan kembali kepada Allah SWT,” ujarnya.
ia juga menyampaikan bahwa ada tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia, yakni anak saleh yang mendoakan orang tuanya, amal jariah, serta ilmu yang bermanfaat.
“Tiga perkara yang tidak akan terputus pahalanya adalah anak saleh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat,” tutupnya.
Tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.
Kegiatan itu turut dihadiri keluarga besar Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu diantaranya H. Andi Sudirman Arsyad, Bupati Kotabaru H. Andi Muhammad Rusli, Bupati Tanah Bumbu H. Andi Rudi Latif.
Selain itu, turut hadir, Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup RI, Komjen Pol Winarto, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, Deputi VI Badan Intelijen Negara Irjen Pol Dr. Herry Armanto Sutikno, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus.
Tokoh lainnya yang turut berhadir antara lain anggota DPR RI Komisi IX H. Sudian Noor, Ketua Umum Pusat BKPRMI K.H. Nanang Mubarak, Kakanwil Kementerian Agama sekaligus Ketua PBNU Kalsel, Muhammad Tambrin, CEO Jhonlin Group Feriyandi, Direktur Utama PT Pelindo Ahmad Mutasyar, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten di Kalsel, para habaib, ulama, umara, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.(adv/K-2)















