Banjarbaru, KP – Transformasi digital di Kota Banjarbaru kini mulai merambah hingga tingkat rukun tetangga (RT). Salah satu inovasi tersebut dilakukan RT 02 RW 04 Kelurahan Mentaos yang menghadirkan sistem pembayaran iuran warga menggunakan QRIS.
Ketua RT 02 RW 04 Kelurahan Mentaos, Abdul Karim, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan “RT Digital” yang selama ini terus dibangun untuk mempermudah pelayanan administrasi kepada warga.
“Minggu lalu kami menerima plakat QRIS dari Bank Syariah Indonesia? Cabang Banjarbaru. Ini menjadi pelengkap program digitalisasi yang kami bangun di lingkungan RT,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Sebelumnya, pembayaran iuran warga masih dilakukan secara manual melalui penagihan langsung dari rumah ke rumah. Namun metode tersebut dinilai kurang efektif karena tingkat kepatuhan pembayaran relatif rendah.
Menurut Abdul Karim, penerapan QRIS membuat warga lebih mudah melakukan pembayaran secara fleksibel hanya dengan memindai kode melalui telepon genggam.
“Dengan QRIS, warga tidak perlu lagi menunggu petugas datang. Tinggal scan dan pembayaran langsung tercatat. Dampaknya sangat terasa terhadap penurunan tunggakan iuran,” katanya.
Tak hanya soal pembayaran, RT 02 RW 04 Mentaos juga telah mengembangkan layanan administrasi surat pengantar berbasis digital. Warga kini cukup mengirim pesan melalui WhatsApp untuk mengurus surat pengantar ke kelurahan tanpa harus datang langsung ke rumah Ketua RT.
Selain itu, administrasi surat menyurat juga sudah menggunakan tanda tangan digital guna mempercepat proses pelayanan. Persyaratan administrasi warga dapat diakses melalui aplikasi digital Kelurahan Mentaos bernama MentaosPidea. Barcode aplikasi tersebut dipasang di lingkungan RT dan turut dibagikan melalui grup WhatsApp warga.
Dalam pengelolaan data kependudukan, RT setempat juga mulai menerapkan sistem database digital. Data warga seperti Kartu Keluarga dan KTP elektronik telah dialihkan ke bentuk digital dan tersimpan dalam aplikasi khusus RT.
Berbagai aktivitas lingkungan mulai dari gotong royong, buku tamu, hingga laporan keuangan kini juga tercatat secara digital.
Abdul Karim mengakui proses menghadirkan QRIS di lingkungan RT sempat menghadapi kendala karena belum adanya kategori khusus RT dalam layanan pembayaran digital tersebut.
Namun setelah melalui berbagai upaya, pihaknya akhirnya mendapatkan dukungan dari Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarbaru untuk memfasilitasi penggunaan QRIS di lingkungan RT.
Ke depan, sistem pembayaran digital tersebut direncanakan akan diperluas untuk berbagai kebutuhan sosial lainnya seperti iuran kurban, donasi warga, hingga arisan lingkungan.
“Digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana pelayanan di tingkat RT bisa semakin cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan warga,” tutup Abdul Karim.(Dev/K-5)















