Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Cegah Potensi Konflik Sosial, Banjar Tingkatkan Kapasitas Intelijen

×

Cegah Potensi Konflik Sosial, Banjar Tingkatkan Kapasitas Intelijen

Sebarkan artikel ini
Hal 4 4 KLm Martapura Kewaspadaan dini
KEWASPADAAN DINI - Bakesbangpol menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini. (KP/Wawan)

Martapura, KP – Pemkab Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini, bertempat di Hotel Grand Qin, Banjarbaru, pekan kemarin.

Dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Rakhmat Dhany dan diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran, APDESI, HIPMI, aparat keamanan serta pemangku kepentingan terkait.

Kalimantan Post

Rakhmat Dhany menyampaikan, situasi kebangsaan akhir-akhir ini bergerak sangat dinamis. Di satu sisi ada kemajuan di berbagai bidang, disisi lain ada potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG).

“Gangguan tersebut bisa berupa hoaks yang menyebar cepat, provokasi di media sosial atau gesekan sosial di masyarakat yang jika tidak diantisipasi dapat meluas menjadi konflik,” tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, Pemkab Banjar melakukan upaya-upaya. Payung hukum sudah diterbitkan melalui Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Banjar. “Yang menegaskan betapa pentingnya peran intelijen guna menciptakan kewaspadaan dini, mulai deteksi, pencegahan hingga penanganan awal,” katanya.

Namun, sambungnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kerjasama, sinergi lintas sektor, terutama dengan unsur TNI, Polri dan BIN, termasuk dari organisasi kemasyarakatan.

“Tujuan utama peningkatan kapasitas ini, agar aparatur pemerintah, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya lebih peka, lebih cerdas dan lebih cepat mendeteksi potensi masalah,” katanya.

“Jangan sampai kita lengah, di Kabupaten Banjar ini masyarakatnya terkenal agamis dan ramah, tetapi bukan berarti tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah,” tambahnya.

Dengan deteksi dini yang baik, dapat dilakukan cegah dini, sehingga stabilitas daerah akan tetap kondusif.

Kaban Kesbangpol Tofik Norman Hidayat menambahkan, kegiatan ini menyasar organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa cukup besar di wilayah Kabupaten Banjar.

Baca Juga :  Seluruh OPD Siap Wujudkan Smart City Banjarbakula

“Diharap ormas dapat membantu mengidentifikasi potensi gesekan sosial, sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya. (Wan/K-5)

Iklan
Iklan