Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Minat Pendaftar SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin Menurun Imbas Kelas Rusak hingga Berlakukan Shift

×

Minat Pendaftar SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin Menurun Imbas Kelas Rusak hingga Berlakukan Shift

Sebarkan artikel ini
IMG 20260625 WA0036 e1782366800861
RUSAK - Kondisi 3 ruang kelas di lantai 2 di SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin yang mengalami kerusakan, sehingga diberlakukan sistem shift. (Kalimantanpost.com/hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Minat pendaftar di SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin mengalami penurunan di 2026, imbas ruang kelas rusak hingga terpaksa diberlakukannya shift dalam proses belajar mengajar.

Jika berkaca pengalaman pada 2025 lalu, ada beberapa orang tua calon siswa yang mengurungkan niatannya, bahkan mengundurkan diri untuk mendaftar SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin karena kendala tersebut.

Kalimantan Post

“Mereka merasa keberatan dengan adanya sistem shift untuk masuk sekolah karena memang ada orang tua yang bekerja dari pagi,” ungkap Kepala SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin, Rusmina, Kamis (25/6/2026).

Tidak hanya itu, beberapa orang tua siswa juga ada yang sudah mulai mengeluh dengan sistem shift karena merasa kerepotan apalagi punya dua anak bersekolah sama dengan shift berbeda.

“Jadi ada orang tua yang kedua anaknya sekolah disini yang mana kakaknya masuk pagi dan adiknya masuk siang. Tentu merasa kerepotan pada akhirnya,” tutur Rusmina.

Terlebih, kondisi sistem shift ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya, karena kondisi ruangan rusak dan belum dilakukan perbaikan hingga saat ini.

Bahkan menurutnya, sejak 2022 hingga 2025 lalu sistem shift masuk sekolah ini sempat diberlakukan pada 9 kelas. Dimana proses belajar mengajar shift ini baru selesai sampai pukul 18.00 Wita.

“Jadi guru hampir seharian di sekolah karena hampir seluruh siswa belajar shift. Sebelum ada ruang kelas baru yang sudah dibangun,” terangnya.

Ruang kelas baru itu sendiri lanjutnya, rampung dibangun pada 2025 lalu dengan total 6 kelas. Dimana saat ini tersisa 3 ruang kelas lagi yang belum diperbaiki.

Menurutnya jika diperbaiki permanen seperti sebelumnya, tentu tidak hanya pada 3 ruang kelas rusak yang diperbaiki. Namun 3 ruang kelas di bawahnya juga ikut diperbaiki karena dua lantai.

Baca Juga :  Menteri P2MI Resmikan Migran Center ULM

“Ya kalau diperbaiki tentu tidak hanya ruang kelas di atas yang rusak saja. Tapi di bawah juga seperti bangunan baru itu,” ujarnya.

Saat ini 3 ruang kelas yang rusak itu telah ditutup dan tidak digunakan lagi untuk menjaga keselamatan para siswa.

Adapun pengajuan perbaikan sudah dilakukan sekolah sejak lama secara berulang. Mengingat kondisi bangunan sekolah yang hampir keseluruhan kayu dan perlu diperbaiki setelah puluhan tahun berdiri.

“Alhamdulillah sudah diperbaiki 6 kelas sebelumnya di 2025 lalu, sisa 3 kelas yang rencananya tahun ini, tapi sepertinya tidak jadi. Kita ajukan lagi mudahan-mudahan pada 2027 nanti bisa terealisasi,” harapnya.

Bukan tanpa alasan, selain minat pendaftar menurun. Tentunya kualitas belajar mengajar dan rasa nyaman siswa saat belajar ikut berkurang. Terlebih, pada anak usia dini yang masih sangat kecil.

“Kasihan juga karena mereka masih kecil, kita berlakukan shift kepada siswa kelas 1 dan 2 hingga agak siangan mereka pulang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan meski minat pendaftar berkurang. Namun kouta rombongan belajar (Rombel) di SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin selalu terpenuhi.

“Alhamdulillah terpenuhi dan ada beberapa yang tertolak karena sudah penuh. Cuma pendaftar saja tidak sebanyak dan membludak seperti dulu,” bebernya.

Adapun untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 ini, pihaknya membuka 3 rombel dengan total kouta 84 orang.

“Alhamdulillah hingga saat ini cukup banyak yang sudah mendaftar. Bahkan jalur afirmasi dan mutasi sudah tercukupi koutanya. Ya semoga antusias ini akan berlangsung sampai akhir pendaftaran di jalur domisili ini,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu orang tua calon siswa, Dina mengatakan meski mengetahui SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin berlakukan shift untuk masuk sekolah. Namun tidak membuatnya mundur untuk mendaftarkan anaknya.

Baca Juga :  Dewan Pers: Media Tak Terverifikasi Tak Mendapat Perlindungan Hukum

Menurut Dina ada beberapa pertimbangan yang membuat dirinya yakin untuk memasukan anaknya ke sekolah tersebut.

Diantaranya akreditasi sekolah bagus, masuk standar nasional, lingkungan sekolah yang nyaman dan tentunya dekat dengan rumah.

“Sekolah bagus dan favorit lah. Anak pertama saya sekolah di sini juga. Jadi anak kedua ini mau masukan ke sini juga, ya walaupun saya tahu di sini ada sistem shift,” kata Dina.

Mengingat sistem shift diberlakukan karena kondisi beberapa ruangan sekolah yang rusak. Tentu ia sebagai orang tua berharap kendala ini bisa teratasi agar siswa bisa belajar nyaman dan aman.

“Ya harapannya bisa diperbaiki segera biar tidak shift- shift an soalnya kasihan juga anak-anak,” ujarnya. (ham/KPO-4).

Iklan
Iklan